Apakah Berbahaya Mengonsumsi Makanan yang Terlalu Pedas?

Makanan pedas yang dihasilkan dari cabai dan perpaduan bumbu lainnya, telah menjadi nilai jual tersendiri untuk berbagai produk di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, di mana mayoritas orang di negara ini menyukainya. disini, Anda mungkin tidak asing lagi menemukan sebuah gerai makanan dengan promo bertuliskan ‘extra hot’ atau ‘super pedas’ dan banyak orang yang mengantri untuk itu.

Sarkarimirror

Adalah hal yang umum di mana mengonsumsi makanan yang terlalu pedas akan menyebabkan bibir memerah, hidung berair, dan lidah anda seperti terbakar api yang menyala. Namun, apakah itu berbahaya untuk kesehatan jika dilakukan? Ini mungkin pertanyaan yang patut dipertimbangakan, sebagaimana tidak sedikit orang yang melakukannya. Bahkan, itu telah dijadikan tantangan yang populer kini di internet.

Rasa pedas pada makanan kebanyakan berasal dari cabai (atau tambahan merica), kita tahu ada beberapa jenis cabai dengan tingkat kepedasan mulai dari yang rendah (kurang pedas) sampai yang tinggi (terlalu pedas). Namun, pernahkah anda bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat jenis cabai tertentu memiliki rasa yang sangat pedas dan apakah itu aman untuk kesehatan kita? Simak sedikit penjelasan di bawah ini.

Apa yang Membuat Cabai Pedas?

Hirt's Gardens

Senyawa utama yang memberi cabe rasa khas mereka adalah phytonutrient yang disebut capsaicin. Capsaicin menempel pada reseptor pada lidah yang mendeteksi suhu dan mengirimkan sinyal panas pedas ke otak. Sepedas apa cabai itu tergantung pada jumlah kapsaisin yang dikandungnya. Untuk mengetahui bagaimana pedas dari jenis cabai tertentu, penggemarnya dapat mengacu pada skala Scoville, yang memberi peringkat varietas dari yang paling rendah sampai pedas berdasarkan konsentrasi capsaicin mereka. Skala ini berkisar dari paprika standar yang tidak mengandung capsaicin hingga Carolina reaper, jenis cabai paling pedas saat ini.

Bahaya Memakan Cabai Pedas?

steemit

Sedikit mitos bahwa cabai pedas benar-benar dapat menciptakan kerusakan fisik pada esofagus atau lidah. Tapi bukan berarti tidak ada bahaya yang terkait dengan mengonsumsi makanan yang telalu pedas. Mengapa? Saat kita makan cabai atau sambel yang sangat pedas, otak kita menerima sinyal "rasa sakit" yang bisa mengakibatkan sakit perut, mual, atau muntah. Perut bereaksi seolah-olah Anda telah mengkonsumsi zat beracun dan bekerja untuk mengeluarkan apa pun itu yang baru saja Anda makan.

Jika sampai terjadi muntah, asam yang keluar dari perut bisa mengiritasi kerongkongan. Bergantung seberapa pedas cabai, iritasi itu bisa menyebabkan kerusakan serius. Pada bulan Oktober 2016, satu orang benar-benar membakar lubang di kerongkongannya setelah mengkonsumsi (dan kemudian muntah) ghost pepper selama kontes makan. Reaksi potensial lainnya terhadap makan cabai super pedas termasuk mati rasa dan kesulitan bernafas.

Manfaat Kesehatan Cabai Pedas?

NutraIngredients-Asia

Untuk membuat anda jadi bingung, memakan cabai pedas ternyata juga bisa memberikan manfaat kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa bahan dengan capsaicin yang kaya, seperti cabai rawit, dapat membantu pemakannya langsing dengan cara menahan nafsu makan dan meningkatkan kemampuan pembakaran kalori tubuh. Terlebih lagi, cabe juga telah terbukti membantu membersihkan sinus, mengurangi rasa sakit, dan mengurangi pertumbuhan beberapa bakteri. Untuk menuai manfaat dari cabai pedas, Anda bisa memilih varietas yang tidak terlalu tinggi pada skala Scoville dan konsumsi mereka di dalam makanan lezat, melainkan langsung memakannya bulat-bulat. Dengan cara ini dampaknya pada lidah, kerongkongan, dan perut juga berkurang.

Dan jika Anda berencana memasuki kontes makan cabai atau makan sesuatu yang sangat pedas seperti hot wings, ingatlah ini: Bila kita mengkonsumsi hal-hal yang tidak enak untuk kita dan dalam jumlah yang tidak masuk akal, kemungkinan untuk hasil buruk dan ketidaknyamanan adalah sangat nyata. anggap Anda telah diperingatkan oleh artikel ini.







(ADP)