Bagaimana Mengatasi Bau Mulut Selama Puasa Ramadhan?

Dupont Dental

Bulan suci Ramadhan adalah saat dimana umat islam melakukan puasa untuk dan disiplin. Selain itu, bulan tersebut juga menjadi waktu terbaik untuk memurnikan pikiran dan tubuh sekaligus berempati pada mereka yang kurang beruntung. Puasa memiliki banyak manfaat terapeutik atau dengan kata lain sesuai yang diinginkan termasuk diantaranya mengontrol kadar gula dan tekanan darah sampai kadar kolesterol.

Salah satu kondisi yang sering dikeluhkan juga dikhawatirkan saat melakukan puasa ramadhan diluar lapar dan haus adalah bau mulut atau nafas yang kurang sedap. Hal ini berkaitan langsung dengan kesehatan mulut, untuk membantu Anda memastikan praktik kebersihan mulut yang baik selama periode puasa.

Bau mulut yang kurang sedap dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yakni:

yuma dental

Kebersihan mulut yang buruk atau tidak dirawat - Penumpukan plak bakteri dikenal sebagai penyebab utama bau mulut, gigi berlubang dan penyakit gusi.

Pembersihan gigi palsu yang kurang dilakukan - Seperti gigi, gigi palsu dapat menahan bakteri, karang gigi dan menyebabkan bau mulut ketika tidak dibersihkan dengan benar.

Merokok - termasuk rokok, cerutu dan shisha

Nutrisi - Beberapa makanan dapat memperburuk bau tidak sedap pada mulut, seperti bawang, bawang putih dan beberapa jenis rempah.

Mulut kering - Juga dikenal sebagai xerostomia, mulut kering adalah salah satu penyebab utama bau mulut. Hal ini disebabkan oleh aliran saliva yang tidak memadai dan merupakan efek samping yang umum dari obat-obatan tertentu dan gejala dari beberapa kondisi medis. Ini merupakan satu yang digadang-gadang menjadi penyebab bau mulut saat puasa ramadhan. sebagaimana selama kurang lebih 12 jam, mereka yang melakukan puasa tidak makan atau minum yang kemudian menyebabkan mulut kering. Bau mulut yang disebabkan oleh mulut kering dapat menjadi semakin parah jika terdapat penyebab lain seperti yang disebutkan diatas, atau

Kondisi non-oral lain - termasuk gangguan hidung, sinus, tenggorokan atau pencernaan.

lifehack

Kembali ke pertanyaan awal, Bagaimana bau mulut terjadi selama periode puasa? Air liur memainkan peran penting dalam melindungi mulut Anda dan mengurangi pertumbuhan bakteri. Pengurangan aliran saliva atau air liur saat berpuasa adalah alasan utama untuk bau mulut. Setelah berbuka, kelenjar saliva segera distimulasi dan produksi air liur menjadi normal, pada gilirannya bau tersebut akan hilang.

Lantas, apakah ada cara untuk mengatasi ataupun mencegah bau mulut saat berpuasa? Berikut beberapa tips penting untuk mencegah bau mulut saat berpuasa:

  • Jaga kebersihan mulut dengan melakukan upaya pembersihan yang sangat baik untuk secara efisien menghilangkan plak.
  • Makan buah dan sayuran dan hindari makanan yang asin, digoreng dan lengket.
  • Kurangi diuretik seperti kopi, teh, soda, dan semua minuman berkafein lainnya.
  • Jangan merokok.
  • Minum banyak air selama berbuka, bilas atau berkumur dengan air selama jam puasa tanpa menelannya, seperti yang dilakukan saat berwudhu.

Bau mulut merupakan satu dari beberapa masalah yang dapat muncul dari perawatan kesehatan mulut yang kurang baik. Menjaga kesehatan dan kebersihan mulut bisa menjadi solusi untuk menghindari masalah seperti bau mulut saat berpuasa. Tidak berbeda dengan perawatan kebersihan mulut di luar bulan ramadhan yang seharusnya anda lakukan secara rutin setiap harinya. beberapa cara jitu untuk menjaga mulut anda tetap sehat bisa dilakukan dengan:

  • Menyikat gigi anda sampai bersih sebelum tidur di malam hari dan pada bulan ramadhan direkomendasikan untuk menyikat gigi setelah makan sahur selama minimal 2 menit.
  • Bersihkan gigi palng tidak sekali sehari.
  • Bersihkan lidah Anda menggunakan pencakar lidah atau sikat gigi terpisah.
  • Gunakan obat kumur bebas alkohol.

Menjaga kesehatan mulut seharusnya tidak menjadi hal yang rumit untuk dilakukan setiap orang, itu bisa dilakukan saat Anda mandi setiap harinya. dengan melakukannya, niscaya Anda akan terhindar atau setidaknya mengurangi bau mulut selama puasa ramadhan.










(ADP)