3 Rahasia Diet Wanita Jepang untuk Mendapatkan Tubuh yang Langsing


Berat badan, adalah satu hal yang banyak menjadi perhatian orang-orang khususnya di kalanga wanita, dengan anggapan memiliki tubuh yang langsing atau proposional akan menambah ‘nilai jual’ kita. Gaya hidup menjadi faktor utama untuk mewujudkannya, untuk itu kita harus bercermin ke negara Jepang dimana gaya hidup sehat (pola makan, tidur, dll) yang baik, tertanam di orang Jepang. tak perlu terkejut jika mendengar bahwa tingkat obesitas di Jepang sangat kecil, yakni dibawah 4%. Pola makan atau diet tradisional negara tersebut telah lama digadang-gadang sebagai salah satu yang paling sehat di dunia.

Adapun tiga rahasia dari Jepang untuk mendapatkan tubuh yang langsing juga proporsional adalah sebagai berikut:

Dimulai dengan Sup (Miso Soup)


Sup khas Jepang, miso soup yang terdapat di hampir semua makanan Jepang termasuk sarapan. Menurut pakar nutrisi dari Amerika, Rebecca Scritchfield, “sup berbasis kaldu akan membuat anda kenyang lebih lama dan mengatur asupan kalori anda selama satu hari”. dalam penelitiannya yang melibatkan 5000 orang menemukan bahwa wanita yang memakan sup lima-enam kali seminggu lebih mudah untuk mendapatkan indeks massa tubuh yang sehat dan ideal dibandingkan mereka yang tidak.


Cerahkan dan Meriahkan Piring Anda


Ada pepatah Jepang mengatakan, “tidak meghias makanan anda dengan warna seperti mengirim orang keluar rumah tanpa busana”. Pada masakan Jepang, mereka biasanya memasukan lima unsur warna; merah, biru/hijau, kuning putih dan hitam ke setiap makanan yang mereka buat. Lalita Kaul, Penulis buku ‘Healthy Heart South Asian Diet’ mengatakan bahwa, menambahkan nauansa yang berbed pada piring anda berarti anda juga mengambil jumlah kalori yang rendah seperti buah berserat tinggi dan sayuran, hal tersebut terbukti membuat orang yang melakukannya dapat kenyang lebih lama.


Berhenti Sebelum Kenyang

Memang berbeda dengan tradisi yang ada di kita dimana ‘mubazir’ untuk menyisakan makanan, orang Jepang tidak termasuk dalam negara dengan kebiasaan ‘piring bersih’ (tidak menyisakan makanan). Seperti pepatah dari Okinawa Jepang yang berbunyi “Hara Hachi Bu” yang berarti makanlah sampai 80% kenyang.

Ketiga hal diatas menjelaskan mengapa orang Jepang dapat mempertahankan berat badan yang stabil dari usia 20-100, ketika kebanyakan orang lain diluar Jepang bertambah 1 pound setiap tahunnya diatas usia 30 tahun. Memang melakukn pendekatan diatas lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, anibee memberikan saran sebagai langkah awal yakni dengan mengurangi setengah porsi makan anda dari porsi makan biasanya, setelah itu anda tunggu lima menit, setelah itu anda akan menentukan sendiri apakah anda butuh lebih banyak atau cukup.

Alternatif Diet:

Shirataki Noodle Diet


Dikenal dengan nama shirataki, yang berarti "air terjun putih", karakteristik mie ini yakni putih dan tipis, mie bulat yang terbuat dari umbi besar tanaman subtropis konjak. Kandungan glukomanan, serat yang dapat larut dengan air dapat membuat lebih cepat kenyang dan tahan lama. Yang terpinting, Shirataki noodle memiliki nol kalori, gluten, lemak, karbohidrat ataupun gula. Tentu, mereka bisa dimakan bersama dengan menu apapun.


Banana Diet


Morning banana diet adalah cara yang fleksibel untuk meningkatkan kondisi fisik anda, diet yang mulai mendapat popularitas di Jepang sejak 2008 dan dimaksudkan untuk membantu menurunkan berat badan. Penciptanya bersikeras bahwa makan pisang dan minum air dapat mengakibatkan penurunan berat badan terlepas dari apa yang dikonsumsi selama satu hari. Diet ini sangat sederhana dan mudah diikuti.




foto: racked, livestrong,travelleak,stylecraze

(ADP)