Terapi Musik Mulai Dikenal di Jepang untuk Orang Tua dan Pasien Rumah Sakit


Jepang kini tengah menghadapi kebutuhan yang berkembang untuk perawatan lanjut usia, beberapa rumah sakit di perkotaan telah beralih ke terapi musik untuk membantu orang yang hidup dengan dengan kepikunan atau pelupa. Para ahli percaya dalam beberapa kasus musik bisa membantu menyembuhkan rasa sakit dan membantu orang memulihkan kenangan yang hilang. Di Amerika Serikat, terapi musik menjadi sebuah profesi sejak sebelum Perang Dunia I, ketika itu dilihat sebagai cara untuk membantu tentara yang terluka. The Music Therapy Association Jepang mengatakan teknik ini ditujukan untuk membalikkan disfungsi fisik dan mental serta meningkatkan kualitas hidup.

Rumah Sakit Aomori Jikeikai di Prefecture Aomori adalah salah satu lembaga medis yang telah memperkenalkan terapi musik. Desember lalu, terapis musik Yumiko Sato, 38, memainkan kecapi lagu "New World" simfoni Dvorak untuk seorang pasien wanita berbaring di tempat tidur di unit perawatan paliatif rumah sakit.

Terapis musik berbicara dengan pasien untuk menganalisis gejala pasien sebelum memilih jenis musik untuk dimainkan. Ketika pasien terlihat lelah terapis dapat memainkan musik yang menenangkan mereka untuk membantu mereka tidur. Dan untuk mereka yang menderita penyakit, musik hanya dapat menjadi cara yang efektif untuk mengalihkan pikiran mereka dari rasa sakit, seperti yang dikatakan para ahli.

Junichi Koeda, seorang dokter yang bertugas sebagai terapi musik, mengatakan musik kadang-kadang dapat membantu meringankan rasa sakit pasien ketika obat tidak manjur. Ada kasus di mana pasien mendengarkan musik sebagai rekreasi, tetapi menggunakannya sebagai terapi adalah sesuatu yang sama sekali berbeda.

Di Jepang, terdapat sekitar 2.700 terapis musik yang terakreditasi oleh Asosiasi Terapi Musik Jepang. Beberapa organisasi lain juga mengeluarkan sertifikasi. Rumah Sakit Yoyogi di Tokyo Shibuya Ward adalah salah satu rumah sakit pertama yang memperkenalkan program paduan suara di unit perawatan psikiatris nya. Rumah sakit mengatakan beberapa pasien membaik bertambah banyak setelah bernyanyi dan bahkan mereka mampu kembali bekerja.

Kota, juga menggunakan intervensi musik untuk mengatasi kepikunan, kekhawatiran akan masyarakat Jepang yang cepat menua. Tokyo Katsushika Ward memperkenalkan terapi musik pada bulan Oktober 2014 di sebuah program yang bertujuan untuk mencegah kepikunan.

Tetapi beberapa ahli mengatakan terapi musik belum sepenuhnya diakui sebagai metode terapi. "Ini akan mengambil lebih banyak waktu untuk menjadikan (terapi musik) diakui sebagai sarana penyembuhan, meskipun ada banyak orang yang mendapatkan manfaat dari itu", kata Masayuki Sato, seorang dokter yang bertugas sebagai terapis musik di Rumah Sakit Mie University.






foto: JT

(ADP)