6 Langkah Mudah untuk ‘Mindful Eating’

Digadang-gadang sebagai kebalikan dari diet, ‘mindful eating’ adalah sebuah konsep yang diambil dari ajaran Buddhist, dimana lebih berfokus pada pengalaman dari makan ketimbang makanan itu sendiri. berikut dasar-dasar dari mindful diet jika anda belum familiar dengan konsep itu. Esensi dari makan saat ini tidak lagi seperti dulu, dulu banyak orang terbiasa untuk makan semua, kini di abad 21 pada orang-orang yang terobsesi dengan diet, proses makan telah menjadi sesuatu yang dianggap sedikit bersalah atau berdosa. Lebih banyak terfokus pada porsi suatu menu manakan bukan pada pengalaman aktual (dan kesenangan) dari mengkonsumsi makanan.


Singkatnya, mindful eating ingin menghubungkan kembali kita dengan praktek menikmati dan menghargai apa yang kita telan ke dalam tubuh kita. Metode ini melakukannya dengan meminta kita untuk menekankan perhatian kita dan sikap terhadap suatu makanan.

1. Duduk

Duduk penting dalam mewujudkan mindful eating, Mengambil empat atau lima napas dalam-dalam sebelum mulai makan juga membantu. Ingat ketika Elizabeth Gilbert, dalam memoarnya Eat Pray Love, menyatakan hubungan dengan pizza nya? Berikan perhatian penuh Anda dan cinta mutlak untuk makanan Anda. Lebih fokus pada aroma nya, tekstur, rasa. Rasa asam dari yuzu (jeruk Jepang), kepedasan wasabi, lendir dari natto (fermentasi kedelai) -rincian ini adalah cara terbaik untuk memulai mindful eating pada makanan Jepang.

Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan sensitif, mencoba untuk mengenal satu sama lain lebih. Bagaimana perjalanan makanan Anda sebelum bertemu Anda? oleh siapa itu itu lalu ditangani? Jika Anda masih menganggapnya serius, pertanyaan-pertanyaan ini penting dalam kehidupan secara umum tetapi juga bahwa praktek ini akan menyebabkan Anda makan lebih lambat pada gilirannya membuat untuk pencernaan yang lebih baik dan membantu Anda merasa lebih kenyang.

2. Mengunyah

Kita benar-benar harus mengunyah setiap suapan 20-30 kali sebelum kita menelan. Hal ini karena, ketika datang ke pencernaan, pengunyahan sangat penting. Itu menghancur partikel besar makanan menjadi lebih kecil, sehingga lebih mudah bagi usus kita untuk menyerap energi dan nutrisi. Juga, sebenarnya tindakan mengunyah melepaskan pencernaan enzim ke dalam tenggorokan dan perut yang meningkatkan proses pencernaan.

3. Makan Tanpa Gangguan

Para ahli mengingatkan makan makanan atau ngemil sambil terganggu oleh smartphone atau komputer bisa membuat makanan tampak kurang memuaskan. makanan kurang memuaskan berarti tidak bisa berhenti, misanya terus memakan camilan sesaat setelah makan. Hal ini juga berlaku untuk makan "di mana saja", misalnya saat mengemudi.

4. Gunakan Piring

Selalu gunakan piring, Karena itu jauh lebih sulit untuk makan seluruh paket matcha (Jepang teh hijau bubuk) Oreo atau chip edamame adiktif ketika anda melihat mereka di atas piring. Realitas pemeriksaan visual akan membantu otak Anda dengan kontrol porsi. Makan dengan sumpit dari piring adalah cara lain untuk memperlambat segalanya.

5. Prioritaskan Tidur

Kurang tidur dapat mengacaukan suasana hati kita, kemampuan kita untuk mencerna makanan dan mengaktifkan gen obesitas. Kurang tidur memicu perubahan hormon yang mengurangi rasa kenyang setelah makan dan menurunkan jumlah kalori yang kita bakar selama sehari. Jadi jika menang harus melakukannya, lakukan seperti yang dilakukan bebrapa orang dan tidur siang singkat di tempat kerja.

6. Pertemanan Sehat

Bertemanlah dengan teman yang memiliki kebiasaan melakukan mindfull eating atau menjadi teman yang makan dengan penuh kesadaran. Mudahnya ketika membuat suatu hidangan sehat, buatlah untuk diri sendiri dan teman-teman anda untuk dinikmati bersama.

Tak perlu pusing untuk melakukan diet ketat, metode mindful eating ini sangat layak untuk mendapatkan berat badan yang proporsional. Semoga bermanfaat untuk dicoba..







foto: savvy

(ADP)