Fakta "Ohaguro" Pada Geisha

Jepang identik dengan Geisha yang hadir sebagai wanita penghibur. Namun ternyata pada periode Edo (abad 17 – 19 masehi), para Geisha melakukan “Ohaguro” yang menjadi trend fashion pada saat itu.

Baca juga: 5 Fakta Mengejutkan tentang Geisha

“Ohaguro”

“Ohaguro” merupakan praktek menghitamkan gigi bagi para Geisha, dan juga menjadi trend fashion. Mereka menggunakan larutan bubuk besi (iron filing) pada cuka atau sake, lalu dioleskan pada permukaan gigi. Untuk menjaga warnanya bertahan lama dan memberi kesan mengkilap, mereka menggunakan kulit buah delima.

Cantik dan Dewasa


Para wanita penghibur atau Geisha memanglah cantik. Namun bagi mereka melakukan “Ohaguro” justru menambah kecantikan mereka. Selain itu semakin hitam warna giginya, maka Geisha tersebut bisa dibilang sudah beranjak dewasa.

Status


Awalnya “Ohaguro” digunakan sebagai trend fashion oleh para wanita bangsawan dan beberapa orang yang penting dalam kerajaan. Namun karena kepopulerannya, “Ohaguro” pun digunakan oleh rakyat biasa, PSK, hingga Geisha.

Kesehatan


Menghitamkan gigi ternyata baik untuk kesehatan. Karena “Ohaguro” dapat melindungi gigi dari karies gigi, serta menguatkan gusi. Sama halnya dengan mengunyah sirih seperti yang nenek kita lakukan. Mengunyah sirih dapat menyebabkan gigi menjadi kemerahan, namun ternyata itu bermanfaat untuk menguatkan gusi.

Pada saat ini mungkin kita hanya mengenal pasta gigi dan terobsesi memutihkan gigi. Namun siapa sangka, ternyata dahulu gigi hitam merupakan simbol kecantikkan bagi para wanita Jepang, bahkan memiliki manfaat bagi kesehatan.






Foto: Elshinta, Liputan6

(Fa)