Hati-hati Ada Bakteri Campylobacter pada Sashimi


Orang Jepang sering kali memakan ikan dan daging ayam mentah, dan itu adalah hal yang biasa bagi mereka. Mungkin mereka yang tinggal di luar Jepang akan merasa mual apabila memakan ikan atau ayam mentah untuk pertama kalinya. Adapun sashimi dan tataki yang menggunakan daging ayam mentah.

Tapi ternyata memakan makanan yang mentah atau pun ayam mentah dapat menyebabkan keracunan makanan yang berasal dari bakteri campylobacter, yang dapat menyebabkan sakit perut parah dan diare.

Namun memakan makanan atau daging mentah sudah menjadi kebiasaan orang Jepang, bahkan mereka tidak khawatir apabila keracunan makanan dan tetap menyukainya.

Tapi sepertinya para pembukan usaha makanan sashimi sadar akan bahaya daging mentah itu sendiri, sehingga mereka mengolahnya dengan cara membeli ayam segar lalu merebusnya dalam air panas sampai permukaannya berubah menjadi putih.

Pada tahun ini saja Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan pun mengambil tindakan untuk pencegahan keracunan makanan tersebut. Salah satunya adalah melalui flyer atau selebaran, yang berisi agar setiap restoran memanaskan daging hingga 75 derajat dalam satu menit.

Biasanya bakteri campylobacter itu sendiri berada di dalam usus ayam. Bakteri itu bertanggung jawab untuk 60% kasus keracunan makanan. Dan dari bulan Juni hingga Agustus ada 395 orang yang dirawat akibat keracunan makanan ini. Ternyata setelah dicari tahu penyebabnya ternyata setengahnya diakibatkan karena mengkonsumsi makanan setengah matang, khususnya daging ayam.

Sedangkan untuk ciri-ciri keracunan makanan akibat bakteri campylobacter adalah;

  • Terjadi kram perut, mual, diare, dan muntah.
  • Diare akibat bakteri campylobacter biasanya berdarah.
  • Terjadi demam.
  • Mengalami sindrom Guillain-Barre, yaitu rasa lemah hingga kesemutan bahkan kelumpuhan total.


Foto: asahi

(Fa)