5 Gejala Depresi yang Perlu Diwaspadai

1. Kamu kesakitan.

Depresi dan rasa sakit punya jalan yang sama menuju syaraf-syaraf dalam tubuhmu. Sekitar 75% orang yang depresi juga menderita rasa sakit-rasa sakit kronis, menurut hasil studi Kanada. Biasanya leher dan punggung yang selalu terasa pegal. Kamu juga mungkin menderita sakit perut berkepanjangan. Intinya, depresi membuat kamu lebih peka terhadap rasa sakit.


Sumber foto: favim


2. Bajumu kekecilan.

Dari mana datangnya ekstra lemak di pinggangmu itu? Mungkin dari es krim yang kamu makan setiap pulang kerja? Atau dari makanan-makanan instan karena kamu malas memasak? Walaupun comfort food seperti es krim dan junk food bisa membuatmu sedikit merasa lebih gembira, emotional eating berkepanjangan bisa meningkatkan berat badanmu dan meningkatkan rasa bersalahmu, dan membuatmu semakin depresi. Emotional eating bukan jalan keluar.

3. Kamu punya sumbu pendek.

Tahu sumbu api yang pendek? Cepat terbakar, bukan? Nah, jika hal-hal kecil yang kurang menyenangkan bisa membuatmu emosi dan meledak-ledak, kemungkinan besar kamu terkena depresi.Dalam studi yang diterbitkan tahun 2013 oleh JAMA Psychiatry, 54% orang dengan depresi selalu merasa punya sesuatu untuk dikeluhkan, merasa ingin berdebat, dan cepat marah..

4. Kamu merasa hampa.

Feeling blah? Tidak memiliki emosi apa-apa? Kebanyakan dari kita punya motivasi untuk bangkit dari tempat tidur setiap pagi, entah itu pekerjaan, olahraga, janjian dengan teman, atau sekedar untuk membuat sarapan. Tapi bagi orang yang depresi, hasrat-hasrat itu mengering. Mereka tidak ingin melakukan apapun. Tingkah laku ala zombie ini adalah pertanda besar depresi, dan tingkah laku ini bisa membuatmu terlihat jauh dari masyarakat, dingin, atau bahkan terlihat tenang. Namun sebenarnya kamu butuh bantuan. Jangan jauhkan dirimu dari orang-orang yang berusaha mendekatimu. Mereka ingin memastikan kamu baik-baik saja.

Sumber foto: favim


5. Sangat ingin minum alkohol.

Minum beberapa gelas wine mungkin membuatmu merasa rileks dan membantumu tidur. Tapi jika keinginanmu untuk memasukkan alkohol dalam darahmu semakin meningkat dan kamu mulai tergantung dengan alkohol, kamu mungkin harus pergi ke psikolog untuk memeriksa kondisi kesehatan mentalmu. Hal ini mengarah pada ciri-ciri depresi. Apakah Gudetama si telur Jepang itu juga suka minum alkohol? Baca Gudetama: Telur yang Mengidap Depresi . (AOZ)