Jumlah Pasien Sipilis Meningkat dengan Pesat di Jepang

Jepang kini tengah melihat peningkatan yang cepat jumlah dari pasien ‘Sipilis’ atau yang mungkin lebih akrab kita dengar dengan nama ‘raja singa’. Peningkatan terjadi termasuk di kalangan wanita muda, hal tersebut mendorong kementerian kesehatan untuk meluncurkan tim penelitian khusus untuk mengetahui cara menghentikan penyebaran infeksi menular yang disebabkan karena hubungan seks ini.

Tim penelitian khusus dari kementerian berencana untuk mengetahui bagaimana penyakit ini tersebar, terutama melalui rute heteroseksual, pada akhir Maret 2018 dengan bekerja sama dengan rumah sakit di Tokyo.

Menurut data yang dikumpulkan dari laporan yang diajukan seluruh rumah sakit yang ada di Jepang, jumlah pasien sipilis per awal Desember lalu mencapai hingga 4.259 kasus, jumlah tersebut 77% lebih tinggi dari 2.412 para periode yang sama di tahun sebelumnya, dan tujuh kali lipat dari jumlah yang dilaporkan satu dekade lalu.

Salah satu faktor untuk permasalahan diatas termasuk perubahan perilaku seksual dan industri bisnis dewasa di Jepang, serta lonjakan wisatawan dari negara-negara dengan tingkat infeksi yang tinggi, juga sering disebut sebagai penyebab penyebaran infeksi, namun penyebab sebenarnya dari penyebaran cepat infeksi sipilis selama satu dekade terakhir masih belum jelas.

Tanpa perawatan medis, infeksi bisa menyebabkan peradangan di seluruh tubuh pasien dalam tiga tahun, dan mungkin menyebabkan kerusakan yang akan berpengaruh ke otak dan jantung. Penyebaran akan infeksi yang semakin pesat di Jepang ini, diyakini menyebar melalui hubungan seks. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui oral seks, yang dapat menyebabkan luka di mulut. Namun, jumlah penyebaran tipe ibu-ke-anak, yang mana sangat jarang terjadi di Jepang, kini juga tengah meningkat.







foto: avert

(ADP)