Raih Impianmu Sekarang Juga

Jangan tunggu perasaanmu berubah untuk bertindak. Bertindaklah dan perasaanmu akan berubah.” ~Barbara Baron


Sumber Foto: triggerdirect.com

Dua tahun yang lalu aku memutuskan untuk kembali belajar tari. Hal yang terdengar begitu sepele adalah keputusan sulit bagiku. Aku pernah belajar tari, berlatih sangat keras, tapi aku merasa tidak berbakat. Segiat apapun aku berlatih, aku selalu tertinggal dari teman-teman lain. Jadi aku berhenti pergi ke sekolah tari. Ketika kamu sudah berusaha keras tapi kamu tidak melihat kemajuan, hal itu terasa sangat mengecewakan. Tapi menari adalah hal yang selalu kupikirkan setiap hari. Jika aku tidak sedang menari, aku tetap menari di pikiranku. Aku membuat rangkaian gerak di dapur ketika menunggu air mendidih, di kamar sebelum tidur, di seluruh keseharianku. Aku kemudian sadar bahwa aku harus berbuat sesuatu karena aku gagal move on dari hobi yang disebut: menari. Maka dengan langkah berat aku kembali ke sekolah tari itu, mencoba satu kelas, dan, seperti yang sudah-sudah, aku tidak bisa melakukan tariannya dengan baik. Ditambah tidak bisa berjalan keesokan harinya karena otot kaku. Tapi aku datang dan datang lagi. Karena menari membuatku gembira. Walau aku terlihat bodoh tapi rasa gembiraku lebih besar daripada rasa malu dan putus asaku. Suatu saat setelah pementasan pertama, orang-orang datang mengucapkan selamat, dan tidak satupun pujian yang aku percayai sampai guruku meyakinkanku bahwa aku sudah melakukannya dengan baik.

Itulah pentingnya bertindak. Kamu tidak tahu kamu bisa sampai akhirnya kamu berhasil.

Seberapa sering kamu menghentikan dirimu dari melakukan sesuatu, menunggu orang lain untuk mengubah keadaanmu? Orang cenderung menunggu sampai mereka lebih siap, lebih tahu tentang suatu hal baru terjun ke tujuannya. Lalu lima tahun berlalu dan kamu masih dalam keadaan yang sama, merasa “belum cukup siap.”

Memang lebih mudah melakukan suatu hal dengan percaya diri. Dengan begitu kamu tahu kamu tidak akan jadi memalukan. Misalnya kamu tahu kamu punya suara yang indah, maka ketika diminta menyanyi di suatu acara, kamu melakukannya dengan percaya diri. Tapi bagaimana jika tidak ada garansi seperti itu? Bagaimana jika kamu harus melakukannya dulu baru bisa tahu kamu bisa atau tidak? Seperti akting, bersepeda, atau mengerjakan soal matematika.

Selalu ada sesuatu di dalam diri kita yang tahu, dan sesuatu ini yakin akan pengetahuannya. Misalnya keyakinanku akan menari. Kita semua punya semacam kompas penunjuk jalan, dan satu-satunya cara mendapat arahan dari kompas itu adalah dengan melangkah, dengan bertindak. Bukan bertindak di dalam kepala kita, bukan dalam teori, tapi dengan aksi. Sungguhan, nyata. Apapun impianmu, itu bermula dengan melangkah keluar dari zona nyamanmu.

Daftar ke kelas itu. Buat produk yang ingin kamu jual. Tulis pembuka dari novelmu. Ajak orang yang kamu sukai pergi jalan-jalan. Isi formulir itu. Hubungi orang penerbitan – mulailah.

Lakukan hal yang sudah lama kamu impikan. Jangan menunggu perasaanmu berubah untuk bertindak. Lakukan saja dan lihatlah bagaimana perasaanmu berubah.

Dan ingatlah: kamu tidak melakukan hal ini untuk melihat suatu hasil, walau pasti ada hasilnya. Kamu melakukan hal ini karena kamu adalah perancang dari hidupmu sendiri dan kamu memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk terjun dan membuat langkah pertama (AOZ)