Sudah Kenal dengan Penyakit Skizofrenia? Penyakit Psikologis yang Bisa Buat Penderitanya Halusinasi

Source: Bintang.com

Skizofrenia (/ˌskɪtsɵˈfrɛniə/ atau /ˌskɪtsɵˈfriːniə/) merupakan gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah, bahkan penderitanya mengalami gangguan keseimbangan pada emosi dan pikiran.

Gangguan mental ini timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin. Selain itu bagi para penderita skizofrenia ini sendiri ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang berfungsi sebagai perangsang hormon tiroksin, dan menyebabkan permasalahan pada zalir serebrospinal. Biasanya penderita skizofrenia akan kesulitan dalam bekerja dan sulit untuk mengingat sesuatu.


5 Subtipe dalam Skizofrenia

Dalam lebih lengkapnya, skizofrenia bisa dibedakan dalam lima subtipe. Paranoid (sering kali berkhayal dan berhalusinasi, mendengar sesuatu. Bahkan lebih sering menunjukkan kemarahannya, bersikap acuh tak acuh, dan cemas). Katatonik (seringkali melakukan kegiatan dan gerakan yang tidak berarti, hingga suka menyendiri dan tidak melakukan interaksi dengan orang lain). Tidak teratur (ucapan dan perilaku yang tidak teratur atau sulit dipahami. Hingga penderitanya terlihat sibuk dengan pemikiran dan persepsi mereka sendiri). Diferentiatif (biasanya penderitanya mengalami gejala yang merupakan kombinasi dari beberapa subtipe dari skizofrenia). Residual (menunjukkan gejala seperti berkhayal, halusinasi, tidak teratur dan berbicara dan berperilaku).


Gejala Positif, Negatif, dan Kognitif

Untuk gejalanya sendiri, skizofrenia dibagi menjadi gejala positif dan gejala negatif. Gejala positif yaitu seperti berkhayal, halusinasi, gangguan pikiran, pikiran tidak teratur. Sedangkan untuk gejala negatif seperti, sulit mengekspresikan emosi,, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan motivasi, tidak berminat untuk melakukan kegiatan sehari-hari, mengabaikan kebersihan pribadi. Untuk gejala kognitifnya sendiri yaitu diantaranya, masalah dalam membuat informasi yang masuk akal dan dapat dimengerti, sulit berkonsentrasi, hingga masalah pada memori otak.


Penyebab

Penyebab skizofrenia ini sendiri belum diketahui. Namun para peneliti percaya bahwa hal ini terjadi akibat unsur kimia pada otak bermasalah, bisa juga terjadi karena kondisi hidup yang penuh stress, sering mengkonsumsi obat psikoaktif selama masa remaja dan dewasa muda, sering terkena paparan virus, racun, atau kekurangan gizi selama masa kehamilan.


Pengobatan

Untuk pengobatannya sendiri, penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap yang terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Paling penting adalah perawatan dengan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.


(Fa)

Source: Kelopakteratai.blogspot.co.id, id.wikipedia.org, liputan6.com