Apa Saja yang Bisa Anda Lihat dan Temukan di ‘Shibuya Crossing’ Tokyo


Dikenal dunia dengan nama ‘Shibuya Crossing’, sebuah persimpangan di daerah yang tidak terlalu besar namun menjadi salah satu tempat yang selalu dipenuhi orang di Jepang setiap harinya. tempat yang dikenal sebagai penyeberangan pejalan kaki tersibuk dunia, mengakomodasi ribuan orang setiap harinya yang menyeberang dari lima arah. Persimpangan itu baru akan terlihat sepi ketika malam hari, ketika stasiun Shibuya sepenuhnya tutup.


Daya Tarik

Kehadiran beberapa landmark membuat Shibuya Crossing sangat populer sebagai tempat yang seringkali dikunjungi wisatawan di Jepang. Salah satunya adalah patung Hachiko, yang menjadi monumen untuk kisah anjing yang datang setiap hari untuk menjemput pemiliknya setelah bekerja di Stasiun Shibuya sekitar tahun 1920-an. Pemilik anjing akhirnya meninggal namun Hachiko terus datang ke stasiun setiap malam untuk menunggu dan menjemput, bahkan it uterus berlangsung selama sekitar 10 tahun pasca pemiliknya meninggal.

Sebagai kawasan hiburan, Shibuya menawarkan deretan restoran besar, toko, klub malam, karaoke dan izakaya. Bahkan, dikenal sebagai salah satu pusat mode di negara itu terutama untuk anak-anak muda.

Izakaya adalah pub Jepang yang lebih tradisional di mana rekan kerja dan teman-teman bertemu juga tempat untuk pasangan berbagi momen romantis. Itu juga merupakan tempat yang populer untuk ulang tahun, pesta pensiun dan perayaan lainnya. makanan umum disajikan di sini adalah yang sedikit ringan seperti: sushi, sashimi, yakitori, karaage, masakan tahu dan hidangan ikan Jepang.

Lampu neon di daerah tersebut juga menjadi daya tarik besar lain di persimpangan Shibuya, seakan menjaga tempat tetap hidup di malam hari sampai pagi hari. ini juga tempat sempurna untuk para pecinta kopi, selain menikmati minuman favorit, mereka juga dapat menikmati pemandangan paling luar biasa dari persimpangan Shibuya di Starbucks yang terletak di gedung QFront. Tempat ini dikatakan menjadi yang Starbucks terbaik di dunia ketika membahas view.


Komunitas

Wilayah di mana masyarakat Shibuya berada dulunya adalah tempat seperti sebuah istana di mana keluarga-keluarga di Shibuya tinggal. Itu dari abad ke-11 sampai dengan periode Edo. Sekitar tahun 1885, tempat tersebut menjadi stasiun kereta api untuk barat daya Tokyo. Kemudian, itu berubah menjadi pusat komersial dan hiburan utama.

Pada awal 1980-an, Shibuya menjadi lebih populer khususnya di kalangan pemuda. Selama era 1990-an, menjadi pusat industri IT Jepang. Bahkan mendapat nama Bit Valley, plesetan dari Bitter Valley mengacu untuk Shibuya dan kata ‘bit’yang merupakan istilah komputer untuk angka biner.

Tahun 2015, Shibuya menjadi tempat pertama di Jepang dan mungkin di Asia Timur yang mengakui pasangan sesama jenis. Sebuah peraturan lokal telah disahkan dan memberikan pasangan sesama jenis hak untuk memperoleh sertifikat kemitraan mereka.







foto: amusingplanet, geishablog, anyroads,avax

(ADP)