Patung Buddha di Jepang ini Terbuat dari 20.000 Kumbang

Terletak sekitar satu jam kea rah utara dari pusat kota Tokyo adalah gedung pemerintah yang cukup mencolok: Town Hall Itakura di Prefektur Gifu. Bangunan tiu menjadi rumah untuk galeri kecil yang diperhitungkan, di antara koleksinya berbagai pekerjaan tembikar dan lukisan, terdapat patung dewa Buddha yang terbuat dari sekitar 20.000 kumbang dari berbagai varietas. Jika Anda memiliki bentuk Entomophobia atau Insectophobia, gambar-gambar yang ada pada artikel ini mungkin akan sedikit mengganggu.

Patung tersebut dibuat hampir 40 tahun yang lalu pada tahun 1978 oleh seorang pria bernama Yoneji Inamura, yang berusia 50-an pada saat itu. dan diketahui bahwa Inamura telah meninggal dunia pada awal tahun ini di usia 98, hal itu yang mendorong banyak orang untuk kembali melihat lebih jauh ke dalam karyanya.

Meskipun Inamura menciptakan beberapa patung dari kumbang, ia menghabiskan 6 tahun pada 1970-an untuk membangun yang satu ini, yang mana telah menjadi masterpiece-nya dan patung terbesar yang pernah ia buat. Ketika patung tersebut selesai dikerjakan, ia menyumbangkannya ke kota.

Patung Buddha itu terbuat dari kumbang badak, kumbang permata bersayap, kumbang drone, kumbang longhorn dan jenis-jenis kumbang lokal, menggambarkan senju kannon Bosatsu (Bodhisattva bertangan 1000), dewa Buddha yang populer di Jepang.

Minat Inamurapada kumbang pertama datang selama hari-harinya bekerja untuk kereta api lokal. Terletak di daerah pedesaan Jepang, di mana kumbang yang berlimpah dan satu hari ia mencatat bagaimana kumbang tanduk badak menyerupai jari-jari dewa Buddha. Dan ia mulai mengumpulkan kumbang - sebelum bekerja, saat istirahat, hingga setelah bekerja - dan menaruh kumbang-kumbang tersebut ke patung ciptaannya. “Jika saya membentuk mereka ke dalam bentuk patung Buddha, itu juga akan berfungsi sebagai patung yang mengingat serangga-seranga tersebut”.

Untuk sampai di Town Hall Itakura menjadi hal yang sedikit sulit, Anda mungkin akan membutuhkan mobil, tapi itu terbuka untuk umum jika Anda ingin melihat patung mempesona itu sendiri.






foto: spoon & tamago

(ADP)