3 Tempat Populer yang Tak Boleh Terlewatkan Saat Mengunjungi Arashiyama Kyoto

Ketika mendengar nama kota Kyoto di Jepang, yang langsung teringat di kepala adalah sisi yang lebih tradisional dari Jepang dengan banyak kuil dan bangunan kuno sebagai daya tarik terbaik dari kota. Tapi itu tidak sepenuhnya benar, terdapat banyak tempat menarik lain yang terdapat di kota yang pernah menjadi ibu kota Jepang itu, khususnya di Arashiyama. Berikut tiga tempat menarik yang populer dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.


Arashiyama Bamboo Groove

Arashiyama Bamboo Grove adalah hamparan hutan bambu setinggi 500 meter, dengan jalur menuju ke puncak sebuah bukit dan pintu masuk ke Okochi Sanso. Tempat ini dapat diakses dengan mudah dari jalan utama, beberapa langkah ke utara dari pintu masuk Tenryu-ji , sebuah situs Warisan Dunia UNESCO. Pintu masuknya tidak begitu mencolok, jadi Anda harus menemukan warung makanan tertentu yang menjual udon, soba, dan jenis makanan lainnya.

Berjalan kaki adalah cara ideal untuk berkeliling di tempat ini, tapi Anda juga bisa membayar tumpangan becak untuk tur yang lebih dipandu. Beberapa penarik becak bisa berbicara bahasa Inggris dan mereka menawarkan informasi yang tidak dapat Anda temukan di buku panduan.


Kimono Forest

Stasiun Arashiyama adalah perhentian terakhir (A13) di Jalur Keifuku, yang lebih dikenal sebagai Jalur Utama Arashiyama Randen. Tempat ini sempat di renovasi dan pada bulan Juli 2013, tempat dibuka kembali ke publik untuk memperkenalkan Hutan Kimono, sebuah proyek yang dikembangkan oleh seniman Jepang Yasumichi Morita dari GLAMOROUS co., Ltd.

Hutan Kimono memiliki 600 tiang (tingginya sekitar 6,5 kaki) yang dibungkus dengan kain kimono. Setiap kain dirancang oleh Kamedatomi, sebuah pabrik tekstil dengan sejarah yang berasal dari periode Taisho. Desain yang indah dibuat dengan menggunakan metode pencelupan tradisional Kyoto Yuzen atau Kyo-Yuzen, yang dikembangkan oleh seniman Miyazaki Yuzensai di Kyoto pada pertengahan abad ke-17 era Edo. Hutan Kimono adalah tempat yang wajib dikunjungi baik siang atau malam hari. Saat matahari terbenam, hutan ini menyala dengan pencahayaan lampu LED.

Stasiun tersebut memutuskan untuk memindahkan gerbang tiketnya, sehingga siapapun bisa masuk secara gratis dan menikmati pilar berbentuk silinder ini. Jika Anda ingin naik kereta api, Anda tidak perlu membeli tiket. Yang perlu Anda lakukan hanyalah naik kereta api, turun ke stasiun yang Anda tuju, dan membayar tarif tetap sebesar 210 yen pada akhir perjalanan Anda.


Togetsukyo Bridge

Jembatan Togetsukyo adalah tempat wisata yang populer, terutama pada musim semi dan musim gugur ketika Pegunungan Arashiyama dan sekitarnya berubah warna. Juga dikenal sebagai "Moon Crossing Bridge", jembatan kayu sepanjang 155 meter ini merupakan pemandangan indah untuk diseberangi Sungai Katsura.

Mengapa hanya menyeberangi sungai jika Anda bisa naik perahu dan melihat Arashiyama dari sudut pandang yang berbeda? Ada banyak wahana perahu yang bisa Anda coba, jadi pilihlah yang sesuai untuk Anda. Misalnya, jika Anda melakukan perjalanan secara berkelompok, Anda bisa memesan makan siang melalui Voyagin atau melalui agen perjalanan Anda. Anda bisa menyewa rumah yakatabune (sebuah rumah kayu kuno Jepang) selama satu jam, dengan atau tanpa makanan yang disediakan. Terserah Anda jika Anda ingin membawa makanan dan minuman atau pesan dari host Anda (penyedia kapal). Anda bisa langsung menuju ke tepian sungai juga. Ada dermaga kecil di sisi kiri setelah melintasi Jembatan Togetsukyo, di mana tukang perahu menunggu para wisatawan.


Jika Anda akan mengunjungi Kyoto, Arashiyama harus masuk dalam daftar kunjungan wajib Anda. Berita bagusnya, Tempat-tempat yang disebutkan dalam artikel ini bisa di tempuh dengan cara berjalan kaki alias berdekatan satu sama lain sehingga Anda tidak akan mengalami masalah dalam mengunjungi semua tempat indah ini hanya dalam satu hari.






foto: buffalotrip, spoon&tamago, notesnomad, tripadvisor

(ADP)