Instagrammable dan Unik, Museum Terbaru ‘Yayoi Kusama’ di Shinjuku

Yayoi Kusama yang saat ini berusa 88 tahun, merupakan salah satu seniman Jepang yang paling produktif, sukses, dan dikenal mancanegara, telah membuka museumnya sendiri di Shinjuku Tokyo. Bangunan museum yang memiliki struktur lima lantai tersebut telah dibuka untuk umum sejak memasuki bulan Oktober 2017. Sangat sedikit yang diketahui tentang struktur putih tinggi saat pertama kali selesai pada tahun 2014 oleh Kume Sekkei.

Mengintip melalui jendela kaca besarnya saat berkilauan di antara bangunan apartemen abu-abu dan coklat, penduduk sekitar dan turis berspekulasi tentang penggunaannya. Apakah itu tempat tinggal Kusama? Apakah itu galeri pribadi? Apakah itu selalu dimaksudkan sebagai museum tapi pembukaannya tertunda karena kesehatan Kusama?

Tanpa penjelasan apapun, Museum Yayoi Kusama, beserta situs baru, mengumumkan bahwa museum tersebut sekarang sudah siap untuk dibuka. Dengan demikian, lantai dasar akan menjadi pintu masuk dan toko suvenir. Lantai 2 dan 3 akan menjadi ruang pameran karya Kusama sedangkan lantai 4 akan didedikasikan untuk instalasi immersive Instagrammable dari seniman lain.

Pengunjung yang mengharapkan retrospektif berskala besar seperti jenis yang biasa dipamerkannya di luar Jepang mungkin akan kecewa karena kesan awal saat memasuki lantai dasar, adalah ruangnya yang cukup kecil. Tapi sekali lagi, tempat macam apa yang bisa menampung karya besar yang telah dibuat Kusama selama karirnya yang luas?

Di Lantai tiga adalah ruang terbuka besar yang didedikasikan untuk lukisan warna Kusama. Langit berkubah dan tangga berkelok-kelok yang indah mengisyaratkan pengunjung ke lantai 4, di mana satu ruang dengan berbagai spot foto yang instagrammable menanti pengunjung. Di lantai 5 adalah sebuah perpustakaan kecil dengan buku dan majalah yang didedikasikan untuk kehidupan dan karya Yayoi Kusama. Ada juga ruang terbuka yang merupakan rumah bagi salah satu labu besar Kusama yang baru dipahat.

Kusama secara pribadi memilih karya yang merupakan bagian dari pameran saat ini, yang rencananya akan diganti setiap 6 bulan sekali. Berbicara dengan pers, sang seniman mengungkapkan cintanya kepada umat manusia dan harapannya bagi umat manusia. Dengan suara kecil dan lemah, dia menjelaskan bahwa dia menginginkan sebuah tempat di Tokyo tempat penggemar karyanya bisa sampai ke sana. "Saya harap karya saya berkontribusi pada masyarakat tanpa perang," katanya, hampir tidak terdengar. Tapi itu tidak diperlukan, sebagai karya-karyanya telah berbicara banyak.

Museum ini juga akan menyelenggarakan pameran secara bergilir dua kali setahun. Pameran perdana yang bertajuk "Penciptaan adalah Pengambilan Kekejaman, Cinta Adalah Yang Membawa Anda Lebih Dekat pada Seni" akan berlangsung mulai 1 Oktober 2017 - 25 Februari 2018. Tiket masuk umum ditarif seharga 1000 yen. Tiket berjangka waktu akan mulai dijual 28 Agustus (online).





photo: spoon & tamago

(ADP)