Berbagai Binatang Raksasa dari Jerami di Wara Art Festival 2017

Apa yang biasanya dilakukan para petani ketika mereka telah menyelesaikan musim panen? Apakah itu melakukan perayaan untuk berterima kasih pada tuhan atas hasil panen yang mereka dapatkan, atau festival yang memanfaatkan hasil panen yang berlimpah. Beda negara (daerah) berbeda pula tradisinya.

Musim gugur secara resmi telah datang ke negara-negara yang memiliki empat musim, termasuk Jepang. Ini adalah musim yang lebih pendek, bulan yang lebih cerah dan panen yang melimpah.

Prefektur Niigata, di utara Jepang, dikenal dengan sawah dan produksi berasnya. Sekitar tahun ini panen padi menjadi masalah besar, begitu juga dengan jerami padi, atau wara, yang tersisa. Jerami-jerami tersebut bisa dibajak sebagai pemecah tanah, diumpankan ke ternak, atau bahkan ditenun menjadi hiasan dekoratif.

Tapi terdapat hal lain yang lebih istimewa untuk jerami disana, selama 9 tahun terakhir Taman Uwasekigata mengadakan Wara Art Festival bekerjasama dengan para mahasiswi untuk menciptakan makhluk, baik besar maupun kecil, dari jerami padi.

Tahun ini merupakan peringatan 10 tahun Niigata Wara Art Festival. Dan untuk memperingatinya, para partisipan memiliki berbagai bentuk hewan dari jerami dua kali lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Wara Art Festival dimulai pada tahun 2006 ketika daerah setempat sampai di Musashino Art University untuk mencari cara dan kolaborasi untuk mengubah jumlah jerami padi mereka menjadi seni. Dan di tahun 2008, Festival Seni Wara pertama diadakan. Sejak itu, setiap tahun sekolah tersebut mengirimkan mahasiswa seni ke Niigata untuk membantu pembuatan patung yang terbuat dari jerami padi. Perayaan telah berakhir namun pahatan dipajang sampai 31 Oktober 2017.






photo: spoon & tamago

(ADP)