Jepang Serius Hadapi Kepikunan

Pemerintah Jepang telah mengungkap strategi jangka panjang (10 tahun) untuk mengatasi kepikunan, langkah yang diambil pemerintah diantaranya adalah mengembangkan obat baru dan sistem pendukung bagi orang lanjut usia. Pemerintah memperkirakan bahwa satu dari 5 warga senior akan menderita kepikunan pada tahun 2025, ketika Generasi Baby Boom, bayi yang lahir setelah Perang Dunia II akan mencapai usia 75 atau lebih tua.

Pada pertemuan para menteri Kabinet, selasa ini, Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan kepikunan adalah penyakit umum yang dapat menyerang siapa saja dan sekarang menjadi tantangan global. Dia mengatakan bahwa dengan populasi penuaan tercepat di dunia Jepang harus melakukan upaya masyarakat luas untuk mengatasi penyakit ini.

Strategi baru pemerintah berusaha untuk menciptakan masyarakat yang menghormati kehendak pasien dan memungkinkan orang-orang yang menderita penyakit untuk hidup seperti yang mereka inginkan dalam lingkungan yang akrab.Ini mendesak kota untuk memperkenalkan dengan fiskal 2018 program dimana para pejabat lokal dan tenaga medis mengunjungi rumah orang-orang pada tahap awal demensia untuk memberikan perawatan medis dan keperawatan yang sesuai. Hal ini juga menyerukan uji coba obat kepikunan baru pada tahun 2020, dan kampanye untuk membangun lebih banyak rumah yang disesuaikan untuk orang tua dan untuk membuat rumah yang ada bebas hambatan.


Sumber: NHK

(ADP)