Larangan Komunikasi Pribadi Antara Guru dan Murid

Sebelas Prefektur dari Tiga kota di Jepang, telah menetapkan larangan komunikasi guru secara pribadi dengan siswa melalui email atau aplikasi chat seperti LINE. Seperti yang ditemukan pada survey yang dilakukan Yomiuri Shimbun. Larangan tersebut muncul karena jumlah kasus guru dihukum akibat insiden yang melibatkan perbuatan cabul dengan siswa semakin meningkat, larangan tersebut nampaknya dimaksudkan untuk mencegah prilaku tidak senonoh guru dari komunikasi online.

Menurut survey yang melibatkan semua prefektur dan kota-kota diseluruh Jepang, dewan pendidikan di 11 prefektur termasuk Saitama, Kagawa, Oita, dan di kota Kyoto, Hiroshima dan Okayama, telah melarang guru di SMP dan SMA umum dari penggunaan LINE untuk berkomunikasi dengan muridnya. Dewan pendidikan Prefektur Saitama telah menerapkan larangan tersebut untuk SMA di prefektur tersebut pada bulan desember dan pada SD juga SMP diterapkan pada bulan Januari lalu. Pemberitahuan Dewan Pendidikan menyatakan “seharusnya tidak ada komunikasi pribadi antara guru dan siswa melalui telepon, email, atau aplikasi chat gratis pada smartphone”.

Lima guru telah dipecat di tahun 2014 atas perbuatan cabul terhadap siswa, empat diantaranya terlibat pertukaran pesan dengan siswa melalui email dan aplikasi chat LINE.

foto: line

(ADP)