Merkel Himbau Jepang untuk Hadapi Sejarah dan Berekonsiliasi

Kanselir Jerman Angela Merkel telah menekankan pentingnya negara-negara dalam menghadapi masa lalu sebuah negara untuk membina hubungan baik dengan tetangga mereka. Hal tersebut disampaikannya pada sebuah acara yang disponsori oleh penerbit surat kabar, pada Senin kemarin. Merkel memulai kunjungan singkatnya selama dua hari ke Jepang dengan mengunjungi museum sains di Tokyo pada senin pagi.

Dalam sambutannya, Merkel menyatakan rasa hormat yang kuat dalam upaya masyarakat Jepang untuk membangun kembali wilayah yang hancur akibat bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada Maret 2011 silam. Dia mengatakan kata-kata, "kehancuran" dan "rekonstruksi," masih umum digunakan saat ini menandai peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang jatuh di tahun 2015 ini. Kanselir Jerman tersebut mengatakan tidak akan pernah lupa bahwa negara-negara Eropa dan seluruh dunia menawarkan rekonsiliasi meskipun penderitaan yang diakibatkan oleh negaranya.


Setelah pidato, Merkel ditanya apa yang paling dibutuhkan bagi suatu negara untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara tetangganya dari pengalaman Eropa. Merkel menjawab bahwa itu adalah keberuntungan besar bagi Jerman untuk diterima kembali ke dalam komunitas internasional meskipun bencana dan kengerian perang yang dicetus Jerman saat itu.

Dia mengatakan rekonsiliasi tidak akan mungkin tanpa bantuan tetangga suatu negara. Merkel menambahkan hal ini juga telah tercapai karena Jerman menyatakan siap menghadapi sejarahnya secara terbuka dan jujur. Setelah selesai dari acara tersebut Angela Merkel dijadwalkan akan bertemu dengan Kaisar Jepang Akihito sebelum ia akan mengadakan pertemuan dengan perdana menteri Jepang Shinzo Abe.

foto: ctvnews

(ADP)

Related Article