Jepang dan Jerman Bekerjasama untuk Ukraina dan Reformasi PBB

Para pemimpin dari dua Negara Jepang dan Jerman telah sepakat untuk bekerja sama pada berbagai isu, termasuk krisis yang terjadi di Ukraina dan reformasi Dewan Keamanan PBB. Perdana Menteri Shinzo Abe mengadakan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di kantornya, Senin malam. Pemimpin Jerman ini dalam kunjungan singkatnya selama dua hari ke Jepang, pertama setelah tujuh tahun. Sebelumnya Kanselir Jerman telah mengunjungi beberapa tempat di Jepang diantaranya kunjungan ke Museum Sains Tokyo dan kunjungannya ke istana kekaisaran untuk bertemu Kaisar Akihito selain itu Merkel juga sempat memberikan Pidato di sebuah event pada senin siang.

Abe mengatakan Jepang dan Jerman berbagi nilai-nilai dasar seperti kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum. Dia menambahkan bahwa kedua negara telah negara damai sejak berakhirnya Perang Dunia II, dan telah memberikan kontribusi kepada masyarakat internasional.


Abe memuji upaya Merkel solusi untuk konflik di timur Ukraina. dua pemimpin sepakat untuk bekerja sama pada masalah Ukraina dan memegang reguler Jepang-Jerman pembicaraan. Mereka juga sepakat bahwa negara mereka akan bekerja dengan India dan Brazil untuk mempromosikan reformasi Dewan Keamanan PBB. Jepang dan Jerman juga akan bertujuan untuk kesepakatan luas pada akhir tahun ini pada kemitraan ekonomi antara Jepang dan Uni Eropa.

Mengacu pada perang melawan Negara Militan Islam, Abe mengatakan ekstremisme dan Islam adalah dua hal yang berbeda. Dia menambahkan bahwa Jepang akan secara aktif bekerja untuk memperluas dukungan kemanusiaan, memperkuat langkah-langkah kontra-terorisme, dan membantu membangun masyarakat yang tidak akan menghasilkan ekstremisme.

Merkel menjawab bahwa perang melawan terorisme akan menjadi isu penting pada pertemuan puncak Kelompok Tujuh negara. Dia mengatakan kawasan yang dikendalikan oleh Negara militant Islam yang dekat dengan Eropa dan bahwa ia juga mengakui ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok ekstremis seperti Al-Qaeda dan Boko Haram.

foto: scmp

(ADP)