Penerbang Drone Radioaktif Tertangkap


Kepolisian Obama, Prefektur Fukui, Jepang, telah menangkap pelaku pendaratan pesawat robot (drone) yang membawa kandungan radioaktif diatap kantor Perdana Menteri Shinzo Abe pada hari sabtu. Motif dari tindakan pelaku tersebut terkuak untuk memprotes kebijakan energi nuklir di Jepang. Pelaku yang bernama Yasuo Yamamoto (40), menyerahkan diri ke kantor polisi pada hari jumat kemarin, ia telah didakwa dengan usaha obstruksi secara paksa.

Sebuah drone yang ditemukan pada hari rabu memiliki jejak radiasi dan memicu kekhawatiran akan serangan teroris menggunakan peranti tanpa awak tersebut, seperti yang dikatakan petugas dari kantor Perdana Menteri Jepang. Penyusupan di markas politik Jepang itu menimbulkan pertanyaan akan tingkat keamanan disana. Untungnya dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, Perdana Menteri Shinzo Abe pun pada saat itu sedang berada di Indonesia guna menghadiri KTT Asia Afrika.

Menurut informasi, modus dari aksi yang dilakukan pelaku adalah sebuah protes untuk kebijakan pemerintah mengenai energi nuklir. Fukui merupakan rumah bagi seperempat jumlah reactor nuklir yang ada di Jepang, yang saat ini non-aktif menyusul bencana tsunami yang memicu bencana nuklir Fukushima di tahun 2011. Pemerintahan Abe ingin me-restart semua reaktor yang saat ini tidak aktif.


Penyelidikan tentang kasus ini mengarahkan polisi pada blog milik tersangka yang berisi keluh-kesah tersangka. Dalam blog milik-nya ia menulis bahwa ia gagal dalam percobaan serupa pada 24 Desember tahun lalu, hari dimana Shinzo Abe mengumumkan kabinetnya yang ke-3. Yamamoto menulis, ia memiliki drone yang membawa pasir ber-radioaktif, menambahkan tulisannya ia juga menulis bahwa ia pernah tiga kali pergi ke Fukushima untuk mengambil pasir yang berkandungan radioaktif.


(ADP)