Aktivitas Gunung Berapi Meningkat, Kota Wisata Hakone Jalankan Evakuasi

Badan Meteorologi Jepang pada hari rabu telah mengeluarkan pengumuman berisi peringatan erupsi gunung berapi untuk daerah resor pemandian air panas terkenal, Hakone. Status peringatan tersebut semakin meningkat dimana petugas sudah melarang masuk ke daerah-daerah di sekitar lubang vulkanik Owakudani, hal tersebut terjadi setelah ahli seismolog menditeksi adanya getaran kecil namun terjadi terus menerus di lokasi wisata populer tersebut. Badan meteorologi telah menyarankan untuk membatasi akses ke area tersebut, pasalnya status gunung berapi tersebut menjadi cukup aktif dan dapat memuntahkan abu dan bebatuan panas jika letusan terjadi.

Menyusul peringatan tersebut, pemerintah Kota Hakone memerintahkan evakuasi untuk area Owakudani , sebuah area yang populer di mana wisatawan dan pendaki biasanya diperbolehkan untuk berjalan di antara semburan uap naik dari lereng gunung berbatu. Pemerintah kota juga telah menutup akses jalan raya dan memberhentikan layanan kereta gantung.


Peningkatan aktivitas seisimic Gunung Hakone seperti gempa kecil dan semburan asap telah diamati beberapa hari kebelakang. Petugas mengatakan wilayah ini telah mengalami peningkatan jumlah gempa bumi yang berasal dari gunung berapi sejak 26 April. Tiga getaran kecil yang diamati di kaki gunung berapi pada hari Selasa. Para petugas telah mengkonfirmasi adanya sedikit pergerakan kerak bumi sejak akhir April. Namun para peneliti belum melihat adanya tanda-tanda magma akan naik, yang memerlukan evakuasi utama bagi warga setempat.


Jepang terletak di Cincin Api Pasifik, di mana gempa bumi dan letusan gunung berapi sudah lumrah terjadi, Peringatan ini menjadi yang pertamakali dikeluarkan untuk wilayah di sekitar kawah Gunung Hakone. September lalu, sebuah gunung berapi Gunung Ontake meletus dengan keras di Jepang bagian tengah, mengakibatkan 57 orang tewas dan enam orang lainnya masih hilang dalam letusan yang paling mematikan untuk bangsa tersebut selama hampir 90 tahun.


foto: japantimes

(ADP)