Pulau Nishinoshima Baru Berpotensi Jadi Laboratorium Alam

Sebuah pulau yang terhirtung baru di lepas pantai Jepang menawarkan kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana kehidupan dimulai di lahan yang tandus. Para ilmwuan dibantu dengan banyak terdapat kotoran burung yang membusuk dan bekas tukik menetas di pulau tersebut.

Para peneliti mengatakan kotoran burung akan menjadi bahan rahasia untuk permulaan percobaan alam besar di gunung berapi aktif yang di tahun 2013 lalu baru menjulurkan kepalanya di perairan laut Jepang.

Sepetak lahan yang berlokasi sekitar 1000 km di selatan Tokyo, makin berkembang dan nampaknya akan menelan pulau tetanggannya yang lebih besar, pulau Nishinoshima, bagian dari rantai kepulauan Ogasawara Jepang yang dikenal dengan kekayaan ekosistemnya.

Pulau Nishinoshima baru ini diperkirakan memiliki luas 2,4 kilometer persegi, menurut penjanga perbatasan perairan Jepang pada bulan Februari memperkirakan pulau ini sebesar 345 kali lapangan sepak bola dengan permukaan dipenuhi bebatuan yang terbentuk dari lahar dingin. Namun para ilmuwan mengatakan, suatu hari pulau tersebut kemungkinan akan ditumbuhi oleh tanaman bahkan hewan layaknya alam yang berkembang seperti yang disebut sebagai “laboratorium alam” pada salah satu bagian baru di samudra pasifik.

“kami para ahli biologi sangat berfokus pada pulau baru tersebut karena kita dapat mengamati titik awal terjadinya proses evolusi”, menurut Professor Naoki Kachi, pimpinan komite penelitian Ogasawara Tokyo Metropolitan University. Setelah aktivitas gunung berapi mereda “apa yang akan terjadi pertama-tama mungkinkah kedatangan tanaman yang dibawa oleh arus laut dan yang melekat pada kaki burung”, tambah Naoki. Para burung laut yang biasa mengunakan bebatuan tersebut sebagai tempat peristirahatan sementara, bisa saja pada akhirnya membuat sarang di sana.

Pulau Nishinoshima lama hanya berukuran 0.22 km persegi, menjadi rumah untuk koloni burung sampai erupsi gunung membuat mereka berpergian. Jumlah kecil dari burung-burung laut tersebut masih terlihat di pulau lama tersebut, mereka membuat sarang di tanaman yang tertutup abu vulkanik.

Jepang yang terletak di atas persimpangan beberapa lempeng tektonik adalah rumah bagi lebih 100 gunung berapi. Para ilmuwan tidak tahu kapan Nishinoshima akan berhenti memuntahkan lahar, namun perluasannya sedang diimbangi dengan erosi di sekitar tepian pulau. Pulau ini diperkirakan untuk mengikuti jalur ditata oleh Surtsey, sebuah pulau yang muncul dari laut pada tahun 1963, sekitar 30 kilometer dari pantai Islandia, warisan dunia yang ditetapkan UNESCO tersebut dikenal sebagai contoh luar biasa dari laboratorium alam yang masih asli dimana para peneliti mampu melacak evolusi habitat yang ada disana.



foto: abc, japantoday

(ADP)