Demonstrasi Warga Okinawa atas Pembangunan Pangkalan Militer Amerika

Ribuan orang memenuhi stadium baseball untuk melakukan aksi unjuk atas rencana pembuatan pangkalan militer Amerika di Prefektur Okinawa pada 17 Mei lalu, kurang lebih sebanyak 35.000 pengunjuk rasa yang juga datang dari prefektur tetangga mengangkat poster yang bertuliskan “Tidak, untuk pangkalan militer Amerika di Okinawa”.


Beberapa waktu yang lalu Perdana Mentri Jepang Shinzo Abe telah mengatakan bahwa rencana pembangunan pangkalan militer Amerika tersebut adalah solusi terbaik. Namun, tidak semua warga Jepang khusunya yang ada di Prefektur Okinawa dapat menerima rencana itu, termasuk diantaranya adalah Gubernur Okinawa, Takashi Onaga. “berapa tahun lagi Okinawa harus berkorban”, mengutip perkataan Onaga yang termasuk dalam golongan oposisi yang menentang rencana tersebut.

Unjuk rasa yang melibatkan satu Prefektur tersebut adalah yang pertama dalam lima tahun sejak bertentangan dengan pembangunan pangkalan militer baru di distrik Henoko, Nago, dimana stasiun udara Amerika Futunema di Ginowan juga terdapat di Prefektur tersebut dan berencana untuk dipindahkan dari Prefektur Okinawa.Prefektur paling selatan yang menyumbang 0,6 persen daratan untuk Jepang adalah rumah bagi 74% pangkalan militer Amerika di Negara tersebut, menurut para penduduk daratan itu jumlah tersebut sudah terlalu banyak dengan segala aktivitas militernya.

Demonstrasi besar-besaran tersebut diselenggarakan oleh sebuah koalisi kelompok-kelompok sipil yang mendukung Gubernur dan partai yang berkuasa dalam majelis Prefektur Okinawa, mengadopsi resolusi yang mengatakan, “alasan dan keadilan berada di pihak kami, dan tak mungkin untuk membiarkan pembanguanan pangkalan baru di Henoko”. Para demonstran datang dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dan remaja, yang menggemakan pentingnya membuat upaya untuk memahami masalah pangkalan militer Amerika di Okinawa.


foto: apantoday

(ADP)