Jepang Siaga Hadapi Virus MERS


Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja pada hari Jumat mulai memperketat tindakan karantina di bandara-bandara internasional untuk mencegah penyebaran Middle East Respiratory Syndrome (MERS) oleh siapapun yang mungkin telah tertular dengan virus tersebut di Korea Selatan. Sebelum adanya tindakan yang dilakukan kementrian, hari kamis kemarin wisatawan yang berasal dari Korea Selatan mulai dipantau lebih teliti di teluk Jepang.

Virus korona berpotensi mematikan sejauh ini telah menyebabkan empat orang tewas dan puluhan terinfeksi di Korea Selatan. Beberapa perusahaan Jepang telah menunda perjalanan bisnis ke daerah-daerah, dan pesanan untuk produk antibakteri sekali lagi meningkat.


Hari Jumat, Korea Selatan melaporkan kematiaan keempat dari wabah yang disebabkan oleh virus MERS yang kini telah meginfeksi puluhan orang disana. Dapat terlihat pemandangan dimana ratusan sekolah ditutup dan menyebabkan ribuan rencana perjalanan keluar negeri dibatalkan. Kementrian kesehatan Korea Selatan juga telah mengkonfirmasi akan terjadinya 5 kasus baru, menurut media disana jumlah orang yang tejangkit virus tersebut hingga kini mencapai 41 orang, dimana menjadi wabah terbesar diluar Saudi Arabia.

Kementrian kesehatan Jepang berencana untuk mengisolasi orang dengan demam 38 derajat Celsius dan melakukan test virus Mers untuk mereka, baik itu di airport atau di rumah sakit. Bahkan wisatawan yang tidak menunjukan gejala tetapi berasal dari daerah dimana virus tersebut berkembang akan diminta untuk diperiksa tanda-tanda vitalnya selama dua minggu masa inkubasi dari virus dan melaporkan hasinya pada otoritas kesehatan setempat.

Meskipun pejabat kementrian percaya kemungkinan masuknya virus MERS kecil ke Jepang, langkah-langkah yang mereka ambil adalah sebagai tindakan pencegahan untuk keselamatan.




foto: scmp

(ADP)