Design Baru Tokyo National Stadium untuk Olimpiade 2020


Memperkenalkan perubahan besar dalam desain Stadion baru Nasional Tokyo adalah risiko yang sangat besar dan akan menunda pembangunan, kata direktur proyek tersebut. Dirancang oleh arsitek Zaha Hadid, stadion akan digunakan untuk Piala Dunia Rugby 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020, Desain futuristic tersebut dipandang sebagai puncak untuk Olimpiade Tokyo.

Namun, perdebatan sengit telah terjadi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Metropolitan Tokyo tentang meningkatnya perkiraan anggaran dan ketakutan bahwa pembangunan tidak selesai sesuai dengan jadwal yang diperkirakan. Kritik menyerukan untuk mendesain ulang stadion yang mungkin akan memberikan solusi pemotongan biaya dan juga mempersingkat waktu konstruksi. Beberapa dari mereka menyarankan lengkungan besar ikonik, yang membentuk tulang punggung untuk atap, untuk dihapus dari desain.

Jim Heverin, direktur proyek Zaha Hadid untuk stadion, mengatakan pada Jumat lalu bahwa pembangunan akan selesai sesuai dengan jadwal pada musim semi 2019. Namun, Heverin mengatakan, Ini diambil lebih dari dua tahun untuk sampai pada ke titik ini, di mana kita memiliki desain yang siap untuk dibangun.


Ia menambahkan, "Jika Anda memperkenalkan perubahan besar, dan lebih dari 45 persen dari proyek ini yakni strukturnya, Anda menunda persetujuan hukum, yang harus Anda lakukan perubahan desain secara signifikan, dan semua itu membutuhkan waktu. Anda mungkin kehilangan satu tahun, dan kita harus mulai pada tahun ini.

Saran lain yang juga didiskusikan, yakni menunda pembangunan atap yang dapat dibuka tutup, sampai setelah Olimpiade 2020, padahal atap dari desain tersebut memiliki banyak fungsi selain untuk menutupi dari hujan dan matahari. Heverin melihat ini sebagai pendekatan yang masuk akal untuk menghilangkan tekanan waktu pada kontraktor untuk stadium tersebut. Campuran penerimaan desain dan perdebatan seputar struktur tidak baru bagi Zaha Hadid Architects, yang memiliki portofolio global proyek skala besar. Namun, menurut Haverin yang berusaha mempertahankan desain awal, nantinya seluruh orang yang melihatnya akan memberikan respon positf.


foto: kyodonews

(ADP)