Kepala Humas Toyota ditangkap Polisi untuk Kasus Narkotika


Bagi kalian yang ingin atau sedang berada di Jepang nampaknya harus hati-hati dalam membawa atau membeli obat-obatan medis tertentu, jangan seperti kejadian yang menimpa kepala bagian humas Toyota Motor Corp, Julie Hamp, wanita berkebangsaan Amerika itu ditangkap kepolisian Jepang pada hari kamis (18/6) atas dugaan pelanggaran hukum obat/narkoba Jepang dengan mengimpor obat penghilang rasa sakit melalui jasa pos.

Penangkap executive Toyota wanita pertama ini dilakukan setelah obat penahan rasa sakit jenis Oxycodone yang dikirim melalui pos udara dari Amerika dan sampai di Narita Airport pada 11 Juni lalu. Kepolisian Tokyo mengatakan, paket berisi obat terebut ditemukan oleh petugas Bea Cukai yang tertuliskan nama pengirimnya yakni Hamp sendiri, yang mengirimkan paket tersebut dari Amerika pada tanggal 8 Juni melalui pos udara.

Menurut Hamp, ia tidak berpikir bahwa dia telah mengimpor zat ilegal, pihak Toyota telah mengetahui akan penangkapan salah satu executive mereka, namun belum ditemukannya fakta-fakta yang memeberatkan Hamp dalam ivestigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang. Mereka menambahakan, "Kami akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan. Kami yakin, bagaimanapun, setelah penyelidikan selesai, akan mengungkapkan bahwa tidak ada niat dari pihak Hamp untuk melanggar hukum".


Oxycodone adalah sebuah penahan rasa sakit yang adiktif, ini merupakan obat yang memerlukan resep dokter du Amerika. Sedangkan di Jepang, menurut polisi, hanya pihak yang ditunjuk khusus yang mempunyai izin untuk mengimpor obat tersebut. Hal yang terjadi pada Julie Hamp tersebut dapat kita jadikan pelajaran , karena sesuatu seperti obat atau makanan yang legal disuatu tempat, belum tentu memiliki kebijakan yang sama di tempat lain, berhati-hatilah.




foto: thetimes

(ADP)