Peringatan 70 Tahun “Battle of Okinawa”


Hari ini (23/6) Jepang menandai 70 tahun berakhirnya Battle of Okinawa,episode paling berdarah dari Perang Pasifik, yang mengakibatkan seperempat penduduk pulau tersebut tewas. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menghadiri sebuah upacara peringatan yang diadakan di Itoman, penghujung pulau, tempat dimana para penduduk lokal pada masa itu disuruh melompat atau didorong atas perintah tentara imperial. Lebih dari 100.000 warga Okinawa dan 80.000 tentara Jepang tewas dalam pertempuran selama 82 hari untuk pulau strategis tersebut.

Invasi tersebut tidak pernah datang, sebagian karena bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang membuat Jepang gentar menyerah pada bulan Agustus 1945. Okinawa adalah satu-satunya bagian dari Jepang yang berjuang dalam pertempuran. Seluruh keluarga terkena imbasnya, dan hampir semua orang di pulau subtropis itu kehilangan setidaknya satu keluarga. Banyak dari mereka yang mati bunuh diri dengan terjun dari tebing daripada harus menyerah pada tentara Amerika, yang juga menemukan ribuan penduduk tewas di gua –gua tempat mereka bersembunyi dari Bombardir Amerika yang datang dari udara, darat dan laut.

Peringatan tersebut datang dengan perasaan yang meningkat tinggi di Okinawa, yang pada suatu masa adalah pulau dengan kerajaan independen didiuduki oleh Jepang pada abad 19 dan sekarang menjadi tempat lebih dari separuh 47.000 tentara Amerika yang masih ditempatkan di Negara itu.

Sebuah rencana kontroversial untuk memindahkan pangkalan udara AS dari daerah perkotaan yang padat ke tempat pedesaan di pantai ini membuktikan sangat tidak populer dengan pendapat rakyat, banyak dari mereka ingin pangkalan tersebut diletakkan di tempat lain atau ditiadakan sama sekali. meskipun, keduanya Tokyo dan Washington telah bersikeras bahwa rencana untuk memindahkanny yang disusun dua dekade lalu adalah satu-satunya pilihan yang layak untuk pangkalan udara di Futenma.


foto: japantoday

(ADP)