Boeing 787 Dreamliner Pertama Kembali ke Rumah


Prototype pesawat Boeing 787 Dreamliner pertama kembali dari penerbangan finalnya ke tempatnya di rakit di Tokoname Prefektur Aichi 22 Juni kemarin, dimana pesawat tersebut akan ditampilkan sebagai simbol kebanggaan usaha manufaktur lokal. Boeing 787 mendara di Chubu Centrair International Airport oleh pilot Michael Carriker, pilot yang juga sebagai captain dalam penerbangan pertama prototype tersebut pada 2009.

Para petugas di Chubu Airport merayakan kembalinya 787 Dreamliner pertama dengan mengibarkan spanduk bertuliskan “Welcome Home”. Setelah penerbangan terakhirnya dari Seattle, lokasi markas Boeing Co., pesawat simbolis ini akan dipajang di bandara tersebut. Chubu Airport berencana untuk mengadakan upacara pada 7 Juli untuk menandai sumbangan pesawat 787 Dreamliner pertama oleh Boeing. Carriker, Pilot Boeing tersebut mengatakan, ia berharap 787 pertama ini akan ditampilkan untuk menarik minat anak-anak muda dalam bidang aeronautika.

Menurut Boeing, saat ini total lebih dari 1.100 Boeing 787 yang canggih tersebut telah dipesan, dan 35 persen dari komponen pesawat tersebut, seperti sayap utama dan bagian depan tubuh pesawat, diproduksi di pabrik yang berada di Prefektur Aichi. Pesawat penumpang jarak jauh yang mulai beroperasi mulai 2011 ini berukuran panjang 56 meter dan lebar 60 meter.

Chubu Centrair International Airport yang juga menjadi lokasi gudang komponen Pesawat Boeing, adalah satu-satunya gudang perusahaan tersebut di Jepang untuk mengirim spare part 787 Dreamliner ke pabrik-pabrik di seluruh Amerika. Atas alasan itu, pihak Boeing memutuskan untuk menyumbangkan 787 Dreamliner pertama tersebut ke bandara di luar negeri untuk pertama kali dalam sejarah perusahaan. Edisi pertama sampai ketiga pesawat Boeing 787 Dreamliner hanya digunakan untuk uji terbang saja, pesawat kedua dan ketiga saat ini dipajang di Museum di Amerika Serikat.






foto: ajwasahi

(ADP)