"Tama" Kucing Populer Maskot Stasiun Kishi Meninggal

Kucing “kepala stasiun” dari stasiun kereta api di Prefektur Wakayama, Tama, yang terkenal membantu mengangkat kembali perkeretaapian di daerah tersebut dan industri wisata lokal, dikabarkan meninggal pada hari senin (22/6) di sebuah rumah sakit hewan lokal. Kucing belang hitam, putih, coklat tersebut meninggal pada usia 16 tahun, setara dengan 80 tahun dalam usia manusia.

Tama adalah "superstar pariwisata yang sangat populer di dalam maupun luar Jepang dan yang memberikan kontribusi besar untuk mempromosikan pariwisata di prefektur kami. Aku dipenuhi dengan kesedihan yang mendalam serta apresiasi", kata Gubernur Wakayama Yoshinobu Nisaka dalam sebuah pernyataan menanggapi meninggalnya maskot stasiun tersebut.

Menurut Electric Railway Co Wakayama, yang menunjuk kucing betina tersebut untuk menjadi “kepala” Stasiun Kishi pada bulan Januari 2007 lalu, Tama telah pulih dari penyakit rhinitis sejak Mei. Dikatakan kucing tersebut meninggal karena gagal jantung akut. Sehari sebelum kematiannya, Presiden Electric Railway Wakayama, Mitsunobu Kojima sempat mengunjungi Tama dam berharap dia cepat sembuh. Pada saat itu, Tama berdiri dan mengeluarkan suara meong yang nyaring.


Sebelum diangkat menjadi maskot stasiun Tama tinggal di sebuah toko yang terletak di sebrang stasiun Kishi, kelucuan dan hal baru dari kepala stasiun yang dijabat oleh kucing setempat, telam merubah jalur Kishigawa yang hampir bangkrut menjadi tempat wisata turis populer. Jumlah penumpang pada jalur tersebut melonjak hingga 2,27 juta di tahun lalu dari angka 1.92 Juta pada tahun 2005. Foto serta merchandise untuk Tama sang kepala stasiun Kishi juga laku keras dan juga terkenal di Internet.


Pihak stasiun mengatakan akan mengadakan upacara pemakaman untuk Tama di stasiunnya pada hari minggu, dengan presiden Electric Railway Wakayama sebagai panitia acara pemakaman kucing tersebut.


foto: cnn,ajw

(ADP)