Solar Impulse 2 Lanjutkan Misi Keliling Dunia

Pesawat bertenaga surya atau matahari berangkat dari Nagoya Airport di Prefektur Aichi pada senin (29/6) dini hari, untuk melanjutkan misi mengelilingi dunia tanpa bahan bakar. Sebelunya pesawat yang tidak dijadwalkan mendarat di Jepang tersebut harus melakukan pendaratan darurat di Nagoya dan menunggu selama satu bulan untuk kembali terbang karena keadaan cuaca buruk yang tidak memungkinkan.

Sekitar jam 3 pagi, pesawat yang diterbangkan oleh pilot asal Swiss Andre Borschberg bersama Bertrand Piccard lepas landas dari Nagoya menuju Hawaii. Pesawat yang memiliki sayap panjang tersebut terbang dibantu dengan pencahayaan dari lampu diode di sepanjang sayap. Jika semua berjalan sesuai rencana, Solar Impulse 2 akan mendarat di Hawaii dalam lima hari setelah melintasi Samudera Pasifik, yang dianggap sebagai tahapan paling sulit dari perjalanan keliling dunia.

Sebuah kesempatan untuk memulai kembali perjalanan memecahkan rekor datang pada pekan lalu, pesawat berencana berangkat meninggalkan Nagoya pada Rabu ( 24/6) pagi, tapi kepala misi membatalkan rencana tersebut pada jam 11siang karena cuaca buruk di atas Samudera Pasifik. Pada sebuah pernyataan yang dikeluarkan kamis (25/6) lalu Picard mengatakan, Solar Impulse 2 harus menyebrangi samudra pasifik dalam beberapa minggu atau pesawat tersebut bisa tertahan di Jepang selama setahun.

Upaya ini dimulai pada bulan Maret di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pesawat tenaga surya ini telah mendarat di India, Myanmar dan negara-negara lainnya. Pada tanggal 31 Mei lalu, pesawat dijadwalkan berangkat dari Nanjing menuju Hawaii. Namun, cuaca buruk memaksa Borschberg untuk melakukan pendaratan tak terjadwal di Nagoya Airport pada 1 Juni.

Solar Impulse 2 memiliki lebar sayap sepanjang 72 meter, sebanding dengan pesawat jet jumbo. dilengkapi sekitar 17.000 panel surya yang terpasang di sepanjang sayap. Listrik yang dihasilkan oleh panel-panel tersebut menjadi tenaga untuk menggerakkan baling-baling pesawat. Sewaktu malam hari dimana tidak ada cahaya matahari, pesawat Solar Impulse 2 masih dapat terbang menggunakan tenaga listrik yang disimpan selama siang hari.




foto: japantimes, japantoday

(ADP)