Museum Paus Taiji Keluar dari JAZA atas Larangan Perburuan Lumba-lumba

Museum ikan paus yang terletak di kota Taiji, Prefektur Wakayama telah dikeluarkan dari tubuh indusri akuarium nasional Jepang akan protes mereka terhadap menerima lumba-lumba dari hasil penangkapan menggunakan metode drive hunt. Hal tersebut dikatakan pihak museum selasa (7/9), Taiji Whale Museum yang saat ini memiliki 40 ekor lumba-lumba dan seekor paus kecil, melayangkan surat pengunduran diri mereka ke Japanese Association of Zoo & Aquarium (JAZA) pada Jumat minggu lalu. Pihak JAZA telah meminta pengunduran diri museum setelah menentang larangan yang dibuat JAZA dan mengajukan pemesanan lumba-lumba dari nelayan lokal di Taiji.

Perburuan lumba-lumba dan paus di Taiji terkenal karena membuat air laut menjadi merah darah, dimana para nelayan memojokkan ikan-ikan tersebut ke sebuah teluk, tempat mereka ditangkap dan dibunuh. Metode perburuan ini telah memicu banyak kritik dari dalam negeri maupun seluruh dunia. Musim drive hunt tahunan di Taiji yang disetujui oleh Prefektur Wakayama,telah dimulai tanggal 1 September lalu dengan kuota penangkapan tahunan yang ditentukan oleh pemerintah pusat.

Meskipun tahun ini belum ada lumba-lumba dan paus yang tertangkap, Taiji Whale Museum telah melakukan pesanan pembelian lumba-lumba kepada asosiasi nelayan Taiji. Hal ini jelas yang membuat pihak JAZA meminta mereka untuk mengundurkan diri. "Kami tidak bisa mempersempit perbedaan-perbedaan kita”, kata Kensho Nagai, seorang pejabat JAZA senior. "Sudah 40 tahun sejak museum paus bergabung dengan kami, dan kami telah bekerja sama untuk pengembangan akuarium. Ini sangat disesalkan".

Pihak Taiji Whale Museum mengatakan mereka akan tetap membeli lumba-lumba hasil dari perburuan metode drive-hunt. “kami mempertahankan posisi kami yang mana drive-hunt dilakukan dengan tepat”, seperti yang dikatakan Tetsuo Kirihata sebagai wakil kepala museum terebut.

Larangan untuk membeli lumba-lumba dari metode drive-hunt diberlakukan setelah Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium Dunia mengancam akan mengeluarkan JAZA dari Asosiasi.





foto: japantimes

(ADP)