Banjir Jepang: 3 Tewas dan Puluhan Orang Menghilang

Tiga orang tewas dan sepasang anak berusia delapan tahun diantara puluhan orang yang hilang setelah hujan lebat membanjiri sungai dan memicu terjadinya tanah longsor. Bencana banjir telah memakan korban jiwa di Jepang, saat ribuan penyelamat berusaha untuk mengevakuasi penduduk yang terjebak di utara Tokyo.

Media setempat mengatakan setidaknya 25 orang, termasuk sepasang anak delapan tahun hilang di kota Joso tempat bencana banjir melanda. 65.000 orang dipaksa mengungsi setelah tanggul meluap, menyebabkan seluruh rumah dilokasi tersebut tersapu oleh derasnya arus air banjir.

Hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jepang melepaskan banjir hebat pada hari Jumat yang memaksa lebih dari 100.000 penduduk meninggalkan tempat tinggal mereka yang terendam oleh air banjir. Helicopter digunakan untuk mengevakuasi orang-orang dari atap rumah mereka sebagaimana, lantai satu rumah mereka digenangi air berlumpur. Dua orang hilang dan setidaknya 17 orang luka-luka.

Beberapa daerah menerima dua kali lipat curah hujan yang biasanya terjadi di sepanjang bulan September dalam 48 jam terakhir, setelah badai tropis Etau menyapu pulau utama Jepang Honshu. Di beberapa tempat, sungai-sungai meluap dan airnya menuju ke jalan juga pemukiman warga.

Seorang wanita berusia 63 tahun hilang dalam bencana longsor yang melanda rumahnya sementara seorang pria berumur 70-an di kota Joso, 56 km (35 mil) utara Tokyo, dikhawatirkan terjebak ketika air meneggelamkan rumah kakek malang tersebut.







foto: CNN

(ADP)