Full Body Scanner Akan Dipasang Diseluruh Airport Internasional Jepang


Kementrian Transportasi Jepang telah memutuskan akan memasang ‘Full Body Scanner’, alat yang dapat mendeteksi objek-objek berbahaya dengan melihat kedalam menembus pakaian sesorang, di semua bandara dengan penerbangan internasional pada tahun 2020. Kementrian dalam Negeri, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata bertujuan menginstal perangkat tersebutuntuk mencegah benda-benda berbahaya yang dibawa ke pesawat.

Dengan meningkatnya ancaman terorisme internasional, kementerian Jepang menilai perlu untuk memperkuat langkah-langkah keamanan di bandara, termasuk bandara regional. Dari tahun fiskal berikutnya yakni tahun 2017, pemerintah akan mensubsidi biaya pembelian boddy scanner sehingga pengenalan mesin dapat dipromosikan dengan lancar, menyongsong pengaplikasian penuh di tahun 2020.

Jauh lebih canggih dari metal detector yang terdapat pada bandara pada umumnya, Body Scanner memancarkan gelombang radio ke seluruh tubuh untuk mendeteksi benda-benda berbahaya dibalik pakaian. Mereka juga bisa mendeteksi bahan peledak, yang tidak dapat ditemukan dengan detektor logam. Body Scanner telah banyak digunakan di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Di Jepang, boddy scanner belum diperkenalkan karena mereka lumayan mahal, dengan unit dapat mencapai biaya 40-50 juta yen.


Pemerintah Jepang mempertimbangkan pengenalan body scanner terutama sebagai upaya pembajakan dalam pesawat, dari Oktober sampai Desember tahun lalu, pengoperasian boddy scanne dilakukan pada percobaan awal di bandara Kansai, Haneda dan Narita. Hasil menegaskan bahwa cek mengambil waktu yang singkat, dari 10 sampai 20 detik per penumpang, arus penumpang tidak terhalang dan pemeriksaan sangat efektif. Juga, kontur tubuh orang diperiksa tidak diteliti dan data telah dihapus setiap kali berganti penumpang. Sehingga pemerintah menetapkan bahwa scanner tubuh tidak akan menyebabkan masalah tentang privasi orang.

Berdasarkan hasil ini, pemerintah memutuskan untuk memikul biaya perkenalan body scanner di setiap bandara, tidak dibayar oleh perusahaan penerbangan. Saat ini, biaya pemeriksaan keamanan yang terdapat di bandara-bandara Jepang dibagi secara merata antara perusahaan penerbangan yang beroperasi di bandara domestik dan perusahaan pihak bandara.



foto: mytravelmoney

(ADP)