5 Tahun Pasca Bencana Gempa dan Tsunami 3/11 Jepang


Jumat (11/3), jutaan orang mengheningkan cipta di seluruh Jepang sebagaimana negara tersebut memperingati tahun kelima dari gempa dan tsunami yang melanda wilayah pesisir wilayah Tohoku Maret 2011, menewaskan sedikitnya 19.304 dan 2.561 lainnya masih belum ditemukan. Peringatan datang saat sekitar 174.000 pengungsi dari daerah bencana masih tinggal di luar kampung halaman mereka yang rusak.

Mereka termasuk lebih dari 43.000 dari Fukushima, yang sebagian besar diyakini telah melarikan diri dari jatuhnya radioaktif dari reactor Fukushima No 1, pembangkit listrik tenaga nuklir Tokyo Electric Power Co, yang karam oleh tsunami. Pada hari Jumat, upacara peringatan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan diselenggarakan di Tokyo, dihadiri oleh Kaisar Akihito, Permaisuri Michiko dan Perdana Menteri Shinzo Abe, serta tiga wakil selamat dari Iwate, Miyagi dan Fukushima prefektur, tiga bidang utama yang hancur karena bencana.

Dalam sambutannya, Kaisar Akihito mengatakan kemajuan telah dibuat selama lima tahun terakhir, tetapi banyak orang terus hidup dalam kondisi yang sulit, baik di daerah bencana dan tempat mereka telah dievakuasi. "Sangat penting bahwa hati setiap orang terus bersama para korban, sehingga masing-masing dan setiap orang dalam kesulitan, tanpa kecuali, akan bisa mendapatkan kembali kehidupan normal mereka secepat mungkin," katanya.

Menurut pemerintah, warga setempat telah selesai atau sedang dalam proses membangun kembali 130.000 rumah mereka sendiri. Selain itu, 9000 struktur lain telah dibangun untuk memindahkan masyarakat pesisir untuk tempat yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami lain, dengan 17.000 unit rumah masyarakat dibangun untuk korban bencana.

Di banyak kota di Tohoku, industri perikanan dianggap sebagai salah satu dari beberapa sektor adat yang bisa mendukung ekonomi lokal setelah pemerintah pusat mulai memotong pengeluaran besar-besaran pada pekerjaan rekonstruksi di wilayah tersebut. masyarakat pesisir yang dilanda bencana juga menghadapi populasi yang tumbuh dan menyusut, yang akan membuatnya lebih sulit bagi kota-kota setempat untuk pulih dari efek tersisa dari 3/11.







foto: JT

(ADP)