Mengenal Naruhito, Calon Penerus Tahta Kekaisaran Jepang


Mewujudkan keinginannya untuk menyampaikan rencana pengunduran diri para masyarakat Jepang, Kaisar Akihito telah merilis pesan video pada senin (8/8). Kini perhatian tertuju pada anak tertuanya, Naruhito, sebagai penerus dari keturunan tahta Chrysanthemum Jepang. dalam pesan video, kaisar Akihito terutama mengutip usianya yang semakin menua dan kekhawatiran bahwa hal itu dapat menjadi penghalangnya dalam menyelesaikan tugas, tetapi beberapa pengamat istana mengatakan alasan tersembunyi keinginan untuk turun tahta mungkin adalah penerusnya.

Seperti ayahnya, Naruhito adalah pria bersuara lembut dan murah senyum. Sedikit berisi pada usia 56, ia menikah dengan seorang mantan diplomat lulusan Harvard, Masako, yang telah sakit selama lebih dari satu dekade dan jarang muncul di depan umum. Tapi dia lebih dikenal di luar negeri dan kehadirannya sering disorot setiap kali dia muncul.

Memiliki seorang ayah yang telah mencoba untuk mendobrak tradisi kekaisaran kuno Jepang untuk membawa keluarga tertutupnya lebih dekat kepada bangsa, Naruhito dibesarkan sebagai generasi baru kerajaan dalam keluarga yang dipandang sebagai model bagi bangsa. Nama ‘Naruhito’ dalam karakter Cina berarti orang dengan kebajikan surgawi. Naruhito menghadiri Gakushuin, sebuah sekolah swasta untuk mantan bangsawan. Setelah lulus kuliah, ia belajar di Universitas Oxford, tinggal di asrama selama dua tahun untuk pertama kalinya sambil mendapatkan gelar master dalam sistem transportasi air Thames River Inggris.

Gemar Hiking, Bermain ski dan juga pemain biola, Naruhito pertama kali bertemu istrinya yang merupakan lulusan Harvard diplomat ‘Masako Owada’ di sebuah pesta pada tahun 1986, setelah delapan tahun menunggu dan dua penolakan, Naruhito memenangkan hatinya dalam apa yang dikenang sebagai percintaan bangsawan modern.

Hukum suksesi hanya memungkinkan seorang kaisar adalah seorang lelaki, sehingga hanya anak Naruhito, Aiko, tidak dapat mewarisi tahta. Sebaliknya, adiknya Akishino, anak kaisar Akihito lainnya, berada di baris kedua, dan anak Akishino, Hisahito, adalah yang ketiga. Diskusi tentang mengubah hukum untuk memungkinkan suksesi perempuan berakhir dengan kelahiran Hisahito.

Selama lebih dari satu dekade, Naruhito sebagian besar sendiri saat menjalankan tugas tradisionalnya, tidak seperti ayahnya, yang hampir selalu ditemani istrinya di sampingnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Masako dapat melanjutkan bagian dari pekerjaan Michiko yang telah dilakukannya sebagai permaisuri.

Naruhito akan menjadi kaisar ke-126 dalam garis keturunan yang diyakini berasal dari abad ke-lima. Kini kaisar adalah sosok murni simbolis tanpa kekuasaan politik. Akihito dikenal sebagai pendukung kuat dari Konstitusi perang menyangkal Jepang, berulang kali menunjukkan dukungan untuk charter, yang menetapkan simbol status nya sebagai kaisar.






foto: AP

(ADP)