Pelatih Gajah Keturunan India “Priyanka Yoshikawa” Dianugerahi Mahkota Miss Japan


Ratu kecantikan berdarah India telah dinobatkan gelar Miss Japan pada Senin (5/9), gadis yang juga seorang pelatih gajah berlisensi ini tampak cantik dan berikan angin segar untuk isu kesetaraan ras di Jepang. Terpilihnya Priyanka Yoshikawa tepat satu tahun setelah Miss Japan sebelumnya, Ariana Miyamoto, yang menghadapi berbagai reaksi miring untuk menjadi wakil Jepang pertama yang berdarah campuran Jepang – Amerika.

Media sosial Jepang menjadi ramai setelah terpilihnya Miyamoto tahun lalu, sebagaimana kritikus mengeluhkan bahwa gelaran Miss Universe Jepang seharusnya dimenangkan oleh mereka yang murni keturunan Jepang melainkan ‘haafu’, sebutan untuk orang Jepang berdarah campuran.

"Sebelum Ariana, perempuan haafu 'tidak bisa mewakili Jepang", seperti yang dikatakan Yoshikawa dalam sebuah wawancara setelah tampilan eksotis Bollywood membantunya untuk memenangkan gelar Miss Japan. “itu yang saya juga pikirkan, saya tidak memiliki keraguan sampai hari ini. Ariana banyak menyemangati saya dengan menunjukkan caranya kepada gadis-gadis haafu lainnya”.

Yoshikawa, lahir di Tokyo dari seorang ayah keturunan India dan ibu seorang keturunan Jepang, dan berjanji untuk terus memerangi prasangka rasial di Jepang yang homogen, di mana dua persen anak-anak multiras lahir setiap tahunnya.

"Saya pikir itu berarti kita harus membiarkannya," kata gadis 22 tahun itu ketika ditanya apakah itu signifikan untuknya dan Miyamoto untuk mendobrak hambatan budaya. "Kami orang Jepang. Ya, saya setengah India dan orang-orang bertanya padaku tentang kemurnian saya sebagai orang Jepang, ayah saya adalah orang India dan saya bangga dengan hal itu, saya bangga bahwa saya memiliki darah India di saya. Tapi itu bukan berarti saya bukan orang Jepang. "

Yoshikawa, yang fasih berbahasa Jepang dan Inggris dan dengan tinggi yang menjulang diatas rival-rivalnya dengan 1,76 meter, akan melaju ke kontes mahkota Miss World yang akan diadakan di Washington Desember ini.





foto: dialydot

(ADP)