2 Orang Hilang dan Puluhan Luka-luka Akibat Badai Malakas yang Melanda Jepang


Sebuah badai topan kuat menghantam Jepang sejak hari Selasa (20/9), menyebabkan sedikitnya puluhan orang terluka dan dua orang masih dinyatakan hilang, sebagaimana hujan lebat menyebabkan banjir serius yang menghanyutkan jembatan dan menggenang rumah dan mobil. Derasnya hujan juga menyebabkan tanah longsor saat badai tersebut bergerak kearah pantai pasifik.

Transportasi di selatan Kyushu, yang sempat dilanda gempa mematikan awal tahun, dan bagian barat dari Jepang terhenti saat Topan Malakas menghempas seluruh negeri, membawa angin hingga kecepatan 180 kilometer per jam. Rekaman televisi nasional Jepang menunjukkan rumah, mobil dan sebagian lahan terendam dalam air coklat berlumpur di prefektur Miyazaki, di mana rekor curah hujan 578 milimeter turun pada satu kota hanya dalam 24 jam.

Mobil dan pejalan kaki tumpah ke jalan-jalan yang tergenang air sementara dinding air menghanyutkan sebuah jembatan di kota Kagoshima. setidaknya 36 orang terluka, dan para petugas mengeluarkan nasihat evakuasi dari bencana alam yang berdapak ke 620.000 penduduk. Seorang pendaki berusia 66 tahun hilang setelah ia dikabarkan jatuh ke sungai yang telah meluap. Seorang anak berusia 6 tahun di Jepang barat juga dinyatakan hilang setelah hanyut tersepu air ketika mencoba untuk mengambil bola dari sungai. menururt polisi setempat, pencarian korban hilang untuk saat ini dibatalkan karena cuaca buruk.

Lebih dari 114.000 rumah tangga harus bertahan tanpa listrik di daerah Kyushu, daerah yang sempat diguncang oleh sepasang gempa mematikan pada bulan April, menewaskan sekitar 50 orang. layanan kereta api Regional juga berhenti dan sekitar 180 penerbangan dibatalkan karena angin kencang dari badai yang mengamuk. Para petugas dari badan meteorologi Jepang memperingatkan kemungkinan kembali terjadinya tanah longsor, banjir dan gelombang tinggi sebagaimana badai melewati area Tokyo yang lebih luas.






foto: AFP, channelnewsasia

(ADP)