Jepang Berada di Peringkat ke-111 untuk Kesetaraan Gender


Sebuah lembaga penelitian Swiss telah menurunkan peringkat Jepang ke posisi 111 dalam peringkat dunia untuk kesetaraan gender. The World Economic Forum, yang mengadakan pertemuan tahunan politik dan pemimpin ekonomi dunia di Davos, telah menerbitkan laporan kesenjangan gender global tahun ini pada hari Rabu (26/10).

Dari 144 negara, Islandia menjadi negara dengan tingkat gender paling setara di dunia untuk tahun ke-8 secara berturut-turut. Disusul oleh tiga negara skandinavia lainnya yakni: Finlandia, Norwegia dan Swedia.

Jepang turun dari peringkat 101 tahun lalu, ini disebabkan catatan buruk dalam pemberdayaan politik dan kesempatan dalam ekonomi. Negeri matahari terbit tersebut menerima nilai yang relatif tinggi dalam pencapaian pendidikan, kesehatan, dan kelangsungan hidup. Untuk tahun ini, Jepang tercatat sebagai negara degnan kesetaraan gender terendah di antara Kelompok 7 negara industri.

Pemberian peringkat atau analisis kesenjangan gender untuk negara-negara tersebut didasarkan oleh 14 indikator dalam empat kategori: partisipasi ekonomi dan kesempatan; pemberdayaan politik; pencapaian pendidikan; dan kesehatan dan kelangsungan hidup. kesenjangan gender Jepang relatif kecil di dua kategori. Namun, Jepang menerima evaluasi yang keras dalam partisipasi ekonomi, kesempatan dan kategori pemberdayaan politik.

Misalnya, Jepang peringkat 122 dalam rasio anggota perempuan di parlemen nasional, 113 dalam rasio perempuan dalam posisi senior di sektor publik dan swasta, dan 101 dalam rasio pekerja profesional dan teknis perempuan.

Salah satu alasan rendahnya peringkat Jepang untuk ini adalah tidak adanya perdana menteri perempuan selama 50 tahun terakhir. Perdana Menteri Shinzo Abe telah menganjurkan slogan "sebuah masyarakat di mana semua wanita bisa bersinar" sejak 2014.








foto: newsonjapan

(ADP)