Jepang Tengah Mencari Cara untuk Kaisar Akihito Turun Takhta

Beberapa bulan pasca kaisar Jepang memberikan isyarat bahwa ia akan turun takhta sebelum tutup usia, sebuah panel pemerintah telah datang dengan berbagai cara untuk mewujudkan keinginan sang kaisar, yang mana hal tersebut adalah sesuatu yang tidak diatur dalam hukum di Jepang.

Menarik dari penelitian dan wawancara tentang konstitusi dan monarki Jepang, kata panel dalam laporan interim yang telah diidentifikasi, terdapat beberapa cara legislatif Jepang yang bisa mengubah hukum untuk memungkinkan Kaisar Akihito yang saat ini berusia 83 tahun untuk turun takhta.

Sebuah pertanyaan sentral dalam laporan adalah apakah ketentuan pelepasan harus berlaku untuk semua kaisar di masa mendatang. Panel dilaporkan bahwa mereka telah menemukan solusi sementara, yang berkaitan hanya untuk Akihito, akan cenderung menjadi yang paling mudah untuk diterapkan.

Kaisar Akihito memimpin pewarisan sistem monarki tertua di dunia, secara tidak langsung ia telah dikatakan pension sejak agustus lalu, ketika ia menyampaikannya secara langka melalui televisi, di mana ia mengatakan kondisi kesahatannya yang menurun, membuatnya sulit untuk memenuhi tugas resminya sebagai kaisar Jepang.

"Ketika saya menganggap bahwa tingkat kebugaran saya secara bertahap menurun, saya khawatir bahwa mungkin menjadi sulit bagi saya untuk melaksanakan tugas saya sebagai lambang negara dengan seluruh diri saya seperti yang saya lakukan sampai sekarang", kurang lebih yang dikatakan Akihito video berdurasi 10 menit.

Jika benar ia akan meninggalkan posisinya, Kaisar Akihito akan digantikan oleh putra mahkota, Naruhito. Menurut laporan terakhir, pemindahan takhta bunga krisan akan dilangsungkan pada akhir 2018. Namun untuk detail seperti waktu pasti dan harus dipanggil apa Akihito setelah turun takhta, kini masih dalam pembahasan.









foto: inquirer

(ADP)