Kampanye Daur Ulang ‘Mobiles-to-Medals’ Telah Dimulai di Tokyo

Masyarakat Jepang mengantri untuk menyumbangkan handphone mereka yang tidak terpakai Kamis (16/2) untuk didaur ulang mejadi medali Olimpiade 2020, yang akan dilangsungkan di ibu kota negeri matahari terbit tersebut sebagai proyek yang bertujuan untuk mempromosikan sustainability atau keberlanjutan sumber daya.

Kampanye ramah lingkungan tersebut dimulai di gedung pemerintahan Tokyo, di mana lebih dari ratusan orang menaruh perangkat ponsel bekas mereka kedalam kotak yang menampilkan jumlah donasi. Beberapa orang yang datang senang bisa menyumbangkan handphone bekas mereka, karena itu akan dijadikan medali untuk Olimpiade dan Paralimpiade yang akan datang kurang lebih tiga tahun mendatang.

Proyek ini merupakan bagian dari upaya untuk menghemat biaya menyusul anggaran untuk Olimpiade Tokyo yang telah membengkak menjadi lebih dari 26.5 milyar dollar pada satu titik, meskipun penyelenggara telah mengurangi jumlah itu hingga 16.8 milyar dollar. panitia Olimpiade Tokyo 2020 berharap untuk mengumpulkan sampai delapan ton logam dari ponsel usang dan peralatan elektronik kecil, yang nantinya emas, perak dan perunggu akan diekstrak untuk membuat 5.000 medali Olimpiade dan Paralimpiade.

Seorang warga bernama Hiroyuki Yamashita, membawa 17 handphone bekas dari keluarganya, dan ia bangga dapat berkontribusi dalam kampanye tersebut. menurutnya, itu membuatnya sangat gembira karena akan menyaksikan Olimpade secara langsung untuk pertamakalinya.

April mendatang, kotak pengumpulan ponsel bekas tersebut akan dipasang di kantor-kantor lokal dan toko dari perusahaan telekomunikasi NTT DoCoMo Inc, yang bermitra dengan perusahaan Japan Environmental Sanitation Center untuk proyek ramah lingkungan tersebut.

Pada Olimpiade 2016 di Rio Brazil, medali emas yang dipakai hanya dilapisi emas, dan mereka sebenarnya terbuat dari perak, sedangkan medali perunggu sebagian besar terbuat dari komposisi tembaga.






foto: reuters

(ADP)