Tersangka Pembunuhan Kim Jong-nam Mengaku Disuruh Melakukan Tindakannya untuk ‘Prank Show’ TV Jepang

Seorang wanita berkebangsaan Indonesia bernama ‘Siti Aisyah’ ditangkap Kepolisian Malaysia atas dugaan pembunuhan Kim Jon-nam, kakak dari pemimpin Korea Utara. Seperti yang dilansir Nippon News Network Reported pada Minggu (19/2), Aisyah mengaku bahwa seorang pria berkebangsaan Jepang membayarnya untuk berpartisipasi dalam apa yang dikatakannya sebagai sebuah “prank show” untuk televisi Jepang.

Kepolisian Malaysia menangkap wanita yang membawa paspor Indonesia dan mengidentifikasi dirinya sebagai Siti Aisyah pada hari Kamis (17/2), sebagai bagian dari penyelidikan kematian Kim Jong-un yang diduga diracun, di tangan mata-mata yang berada di Bandara internasional Kuala Lumpur pada Senin minggu lalu.

Aisyah berbicara tentang penawaran pekerjaan oleh seseorang pria yang mengaku orang Jepang, ketika ia tengah kembali ke tanah air, seperti yang dikatakan kakak perempuan Aishah. “orang itu sering menelpon Aisyah ketika ia berada di rumah keluarga di Indonesia”, tambahnya.

Dalam wawancara dengan Nippon News Network, Aisyah megatakan ia diminta untuk mecekoki saus ke seseorang yang kaya raya untuk kepentingan acara televisi yang akan ditayangkan di Jepang, sebuah ‘prank’ untuk mecekoki saus ke target (Kim Jong-nam). Bulan lalu, Aisyahjuga menyebutkan dia "mengambil bagian dalam shooting acara prank" di sebuah pusat perbelanjaan di Indonesia dan menerima sekitar 8.500 yen dari orang itu. Selain Aishah, setidaknya terdapat dua orang lainnya yang ditangkap oleh kepolisian Malaysia masing-masing warga negara Korea Selatan dan Vietnam, yang diduga terkait dalam kasus tersebut.

Menurut laporan berita yang beredar, Kim disambar dari belakang oleh tersangka dan tertahan sementara di dalam terminal di bandara Kuala Lumpur sebelum penerbangannya ke Macau. Mengeluh pusing, Kim Jong-nam meminta bantuan kepada pihak medis bandara. Kemudian ia dikabarkan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.








foto: okezone

(ADP)