Kebun Binatang di Jepang Suntik Mati 57 Monyet Pembawa Gen ‘Invasif’


Sebuah kebun binatang di Jepang telah mengatasi 57 monyet salju lokal dengan suntikan mematikan setelah menemukan bahwa mereka membawa gen dari "spesies asing yang invasif" pada Selasa (21/2), seperti yang dilansir pada Japan Today. Takagoyama Nature Zoo yang terletak di kota Futtsu Prefektur Chiba, menjadi rumah untuk 164 kera yang dipercaya merupakan murni spesies asli Jepang.

Namun, petugas kebun binatang dan pihak berwenang setempat menemukan bahwa sepertiga kera yang tedapat di kebun binatang tersebut adalah hasil perkawinan silang dengan kera rhesus (yang sering dibawa oleh tukang topeng monyet), yang mana di negeri tersebut ditetapkan sebagai ‘spesies asing yang invasif’.

Seorang pejabat kota bahwa hukum Jepang melarang kepemilikan dan pengangkutan spesies invasif, termasuk persilangan, dan pemusnahan dari mereka diperbolehkan oleh hukum yang berlaku. Ia menabahkan, penyuntikan kera-kera pembawa gen invasif telah dilakukan selama satu bulan dan berakhir pada awal Februari, petugas kebun binatang juga melakukan acara pemakaman di dekat kuil Buddha guna menenangkan jiwa mereka.

Persilangan monyet salju asli Jepang dan monyet rhesus ditetapkan untuk dimusnahkan ketika hukum lingkungan Jepang direvisi pada tahun 2013. "Mereka harus dimusnahkan untuk melindungi lingkungan asli", kata seorang pejabat pemerintah prefektur Chiba. Tapi Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mengatakan pengecualian dapat dilakukan, seperti kasus di mana kebun binatang mengajukan izin untuk menjaga mereka. "Ada banyak kebun binatang di Jepang, yang hewan terbelakang yang menjadi diklasifikasikan sebagai spesies invasif setelah undang-undang itu dibuat", kata seorang pejabat kementerian.

Meski pembunuhan monyet mungkin dilihat sebagai sesuatu yang kejam, pemerhati lingkungan mengatakan sangat penting untuk tidak membiarkan kontak antara spesies asing dan yang asli agar keseimbangan alam terjaga, karena jika spesies asli tercampur itu akan mengancam lingkungan alam dan ekosistem.

Monyet salju, yang dikenal di Jepang sebagai Nihonzaru (Monyet Jepang), memiliki warna coklat dengan wajah merah, dan daerah pegunungan dekat kebun binatang tersebut ditetapkan sebagai habitat liar untuk mereka. Kebun binatang mulai member makan monyet salju liar pada tahun 1957 dan membawa puluhan dari mereka kedalam pagar. Tapi di tahun 1990-an, jumlah monyet rhesus, yang berasal di Cina dan Asia Tenggara, mulai meningkat di daerah tersebut. Prefektur Chiba mengatakan bahwa sejak tahun 2005, Prefektur mulai membasmi Monyet yang bukan asli Jepang dalam upaya untuk memberantas mereka.





foto: AFP

(ADP)