Pelari Kenya Jadi yang Tercepat Diantara 36,000 Peserta Tokyo Marathon 2017

Adalah ‘Wilson Kipsang’, Pelari asal Kenya yang menjadi pelari marathon tercepat yang pernah tercatat dalam event Tokyo Marathon 2017, Minggu (26/2). Pria berusia 34 tahun itu memimpin lebih dari 36.000 peserta yang ikut ambil bagian dalam event dengan misi mencatatkan rekor dunia, meskipun ia tidak berhasil untuk itu, waktu dua jam tiga menit dan 58 detik yang dicatatkannya, menjadi yang tercepat untuk nomor marathon di Jepang. sedangkan untuk pelari tercepat di kelas wanita, juga ditempati pelari asal Kenya ‘Sarah Chepchirchir’ dengan catatan waktu dua jam 19 menit dan 47 detik.


Tokyo Marathon merupakan event lari marathon tahunan terbesar yang ada di Jepang, lebih dari 36.000 peserta dari seluruh dunia ikut ambil bagian dalam event. Untuk tahun 2017 ini, rute yang dilalu perserta telah di desain kembali dengan oleh komite penyelenggara dengan tujuan untuk memperlihatkan lebih banyak daya tarik wisata yang terdapat di Tokyo. rute baru tersebut akan membawa pelari melalui area-area seperti Ryogoku dan Monzennakacho, area yang masih melestarikan Tokyo tempo dulu.

Rute baru juga lebih datar dari sebelumnya, tanpa harus melalui jembatan menjelang finish, dan rute juga lebih sedikit dipengaruhi oleh angin laut yang berhembus di Tokyo.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike menembakkan sinyal dimulainya marathon di depan Tokyo Metropolitan Governor Office tepat pukul sembilan pagi. pelari umum mengikuti jejak para pelari tamu (pro) sampai garis finish yang ditetapkan di stasiun Tokyo. selain keriuhan event, terlihat juga pengamanan yang lebih ketat dilakukan sepanjang rute marathon sebagaimana kepolisian kota melakukan pelatihan untuk langkah-langkah anti terror untuk Olimpiade dan Paralimpiade yang juga akan diadakan di kota tersebut pada tahun 2020.







foto: Kazuhiro Nogi (gettyimage), marathon tours

(ADP)