Jepang Larang Rokok di Restoran, Pelanggar akan Dikenakan Denda ‎¥300.000

Rabu (1/3), Pemerintah Jepang telah mengatakan bahwa mereka berencana untuk melarang rokok di restoran-restoran dan mengenakan denda sebesar ‎¥300.000 atau kurang lebih 3,5 juta rupiah bagi setiap orang yang melanggar peraturan tersebut. Langkah tersebut dilakukan sebagaimana Tokyo akan menjadi tuan rumah untuk Olimpiade 2020 dan sebagai upaya tegas untuk melawan jumlah perokok pasif yang semakin meningkat tiap harinya.

Kementerian kesehatan Jepang bertujuan untuk mewujudkan rencana tersebut dengan mengirimkan rancangan undang-undang baru tersebut selama sesi Diet berlangsung sampai Juni, namun prospek untuk itu masih belum jelas adanya, sebagaimana anggota parlemen yang berkuasa Partai Demokrat Liberal berafiliasi dengan industri tembakau dan restoran, menentang langkah tersebut.

Pengelola bangunan juga berkewajiban untuk memberi pemberitahuan yang secara spesifik menginformasikan bahwa terdapat area merokok di dalam (jika tersedia). Jika mereka tidak melakukan hal tersebut, mereka mungkin menghadapi denda sampai 500.000 yen atau hampir setara 6 juta rupiah.

Berdasarkan rencana kementrian, merokok akan dilarang di restoran kecuali di ruangan yang memang di sediakan secara eksklusif untuk tujuan merokok. Restoran-restoran yang akan diberlakukan peraturan itu termasuk satu yang bergaya Jepang (izayaka), bar dan pub, kedai ramen dan yakitori. bar kecil dengan ruangan kurang dari 30 meter persegi, di mana anak-anak tidak diharapkan untuk masuk kedalamnya, akan dikecualikan untuk larangan merokok.

Jika seseorang terlihat sedang merokok di area dilarang merokok, petugas kota harus memperingatkan orang untuk berhenti. Jika orang tersebut mengabaikan peringatan itu, orang tersebut akan menghadapi denda yang telah ditentukan. Daerah teras restoran juga akan dikenakan larangan merokok, bahkan jika mereka berada di luar bangunan. Untuk hotel, seseorang akan diizinkan untuk merokok di kamar mereka sendiri.






foto: JT

(ADP)