Keanggotaan Yakuza Turuh di Bawah 40.000 Orang untuk Pertama Kalinya

Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar tentang sindikat kejahatan yang sangat terorganisir (mafia) yang berasal dari Jepang, Yakuza. Dilansir dari Asahi Shimbun, Kepolisian Nasional Jepang telah mengumumkan pada Kamis (16/3) bahwa jumlah anggota sindikat kejahatan tersebut telah menurun hingga dibawah angka 40.000, juga dikatakan bahwa penurunan ini merupakan pertama kalinya terjadi.

Jumlah gangster turun menjadi sekitar 39.100 (18.100 anggota biasa dan 20.900 quasi) pada tahun 2016, turun 7.800 dari tahun sebelumnya. Angka ini merupakan yang terendah sejak statistik mulai dicatat pada tahun 1958. jumlah terbanyak dari anggota Yakuza tercatat pada tahun 1963 yang mencapai 180.000 anggota.

Polisi memberikan kredit untuk undang-undang anti-gangster yang telah diberlakukan secara nasional di Jepang sejak 2010. Undang-undang tersebut melarang warga biasa untuk memfasilitasi kegiatan yang menghasilkan uang dari sindikat kejahatan, dalam kasus ini yakni para Yakuza.

Keanggotaan dalam geng terbesar di Jepang yang berbasis Kobe Yamaguchi-gumi, turun dari sekitar 14.100 ke 11.800. Sementara itu, keanggotaan di Kobe Yamaguchi-gumi turun dari sekitar 6.100 ke 5.500. Geng tersebut menempati peringkat ketiga di Jepang, menyusul di belakang geng Sumiyoshi-kai yang berbasis di Tokyo.

Jumlah penangkapan anggota geng mengalami penurunan sebesar 1.593 hingga 20.050. Salah satu kejahatan yang paling menonjol adalah pencurian sekitar dua miliar yen dari ATM di convenience store nasional, kasus yang mengakibatkan penangkapan bebrapa anggota geng sekaligus.

Sebuah Kelemahan diungkapkan oleh Kepolisian Jepang adalah sejumlah besar gangster pensiun yang telah pergi untuk ditangkap dalam kejahatan. Antara tahun 2011 dan 2015, jumlah penangkapan tersebut mencapai 9.195. Dari mereka tersangka, 2660 ditangkap dalam waktu dua tahun pensiun. Dalam banyak kasus, para tersangka dituduh pencurian.








foto: Highsnobiety, tokyoreporter