Fosil Dinosaurus Terbesar Jepang Telah Ditemukan di Hokkaido

Kamis (27/4), sekelompok peneliti Jepang mengatakan bahwa mereka telah menemukan fosil kerangka Hadrosaurid sepanjang delapan meter di pegunungan Hokkaido, diperkirakan fosil tersebut berusia 72 juta tahun. Penemuan kerangka dinosaurus tersebut menjadi satu yang terbesar yang pernah ditemukan di Jepang.

Tim peneliti yang melibatkan anggota Universitas Hokkaido dan sebuah museum di kota Mukawa, Hokkaido, bangga akan temuan tersebut dan menyebutnya sebagai "salah satu penemuan terbesar dalam sejarah penelitian dinosaurus Jepang", mereka menambahkan bahwa sangat jarang sekali banyak bagian fosil dari satu dinosaurus ditemukan untuk memungkinkan kerangka itu divisualisasikan.

Penemuan terakhir yang terkait dengan dinosaurus menjadi anugerah untuk kota Hokkaido selatan, yang memiliki populasi menua dan telah berusaha merevitalisasi daerah melalui pariwisata dan pendidikan yang terkait dengan temuan fosil di daerah tersebut. Bekas fosil ditemukan di lapisan geologi yang berasal dari periode Upper Cretaceous masa di mana daerah itu ditutupi 80 sampai 200 meter air laut.

Penggalian awal dimulai pada tahun 2013 setelah kolektor fosil lokal Yoshiyuki Horita menemukan tulang ekor yang fosil pada tahun 2003. Lebih dari 1.000 tulang fosil akhirnya ditemukan sejak itu. Media diperlihatkan sekitar 190 bagian fosil kerangka dinosaurus yang telah diidentifikasi dan diletakkan di sebuah bangunan kota.

Hadrosaurida adalah spesies penggembala dan dinosaurus yang ditemukan kemungkinan besar tinggal di dekat pantai, menurut para peneliti. "Fosil juga berharga dalam hal global. Kami berharap bisa menemukan habitat dinosaurus apa yang ada di sepanjang pantai", kata Yoshitsugu Kobayashi, seorang profesor di Hokkaido University Museum dan anggota tim peneliti.

Jepang menjadi rumah untuk beberapa mahluk pra sejarah. Sebelumnya, Kerangka dinosaurus fosil yang hampir lengkap dari dinosaurus theropoda karnivora kecil pernah digali dan ditemukan di Prefektur Fukui di pantai Laut Jepang pada tahun 2007.









foto: japantimes

(ADP)