Bandara Haneda Tokyo Gunakan Sistem Pengenalan Wajah untuk Penumpang

Kementerian Kehakiman Jepang tengah mempertimbangkan prosedur imigrasi baru untuk penumpang Jepang yang menggunakan gerbang antrian otomatis dengan dilengkapi sistem pengenalan wajah untuk lakukan verivikasi identitas di bandara utama (Haneda, Tokyo) pada tahun depan.

Prosedur imigrasi pada gerbang yang dilengkapi sistem tersebut nantinya tidak lagi membutuhkan proses tanya jawab yang dilakukan oleh petugas untuk mempersingkat waktu antrian yang kerap menjadi permasalahan di kebanyakan bandar udara.

Sistem pengenalan wajah akan membaca data foto yang tersimpan pada chip IC yang disematkan di paspor seseorang, membandingkannya dengan foto yang diambil di fasilitas imigrasi untuk memverifikasi identitas orang tersebut. Seorang penumpang perlu memegang paspor mereka di atas pemindai, kemudian mengambil gambar (foto) mereka. Jika orang di dua foto tersebut dikenali sebagai orang yang sama, penumpang bisa melewati gerbang. Tidak ada batasan usia untuk penumpang, dan prosedur sebelumnya tidak diperlukan. Ujian imigrasi yang menggunakan sistem ini diharapkan dapat selesai dalam waktu sekitar 15 detik.

Tiga gerbang otomatis semacam ini akan diperkenalkan di Bandara Haneda pada bulan Oktober, yang pertama dibanding bandara Jepang lain, dan akan digunakan untuk prosedur imigrasi untuk penumpang Jepang yang datang dari luar negeri. Pada tahun fiskal berikutnya, gerbang otomatis akan diperkenalkan secara bertahap di bandara Narita, Haneda, Kansai dan Chubu, yang menangani sekitar 90 persen penumpang Jepang masuk dan keluar. Kementerian berharap untuk menggunakan gerbang otomatis untuk prosedur imigrasi bagi orang-orang Jepang yang tiba dan berangkat dari Jepang.

Menurut kementerian yang bersangkutan, 2.680 petugas imigrasi telah dijadwalkan untuk melakukan prosedur imigrasi dan tugas lainnya di tahun fiskal 2016, dengan 80.440.737 orang datang atau berangkat dari Jepang pada tahun 2016. Dari jumlah tersebut, sekitar 30,93 juta warga Jepang yang menggunakan Narita, Kansai, Haneda Dan bandara Chubu. Keempat bandara tersebut juga menangani sekitar 34,67 juta penumpang asing masuk dan keluar, dengan jumlah yang diperkirakan akan terus bertambah. Jika gerbang otomatis digunakan untuk prosedur imigrasi lebih banyak bagi penumpang Jepang, kementerian tersebut berharap dapat meningkatkan jumlah petugas yang menangani prosedur imigrasi untuk warga negara asing dan memperkuat tindakan pengendalian perbatasan untuk mencegah masuknya teroris ke Jepang.

Pemerintah Jepang bertujuan untuk mempersingkat waktu tunggu di imigrasi hingga 20 menit atau kurang. Namun, waktu tunggu rata-rata hingga 35 menit di Kansai dan 28 menit di Narita dan Chubu pada 2016, gagal mencapai tujuan tersebut. Pada tahun 2007, gerbang otomatis yang menggunakan otentikasi sidik jari diperkenalkan di Jepang. Namun, penumpang perlu mendaftarkan sidik jari mereka dalam aplikasi sebelumnya, sehingga tingkat penggunaan di antara pelancong Jepang hanya 8 persen pada tahun 2016. Sistem pengenal wajah tidak memerlukan prosedur sebelumnya, yang kemungkinan akan membantu memperluas penggunaan gerbang otomatis yang dilengkapi dengan Sistem pengenalan wajah. Untuk memperkenalkan sistem pengenalan wajah, kementerian akan merevisi peraturan menteri yang relevan dengan Undang-undang Pengawasan Imigrasi dan Pengakuan imigran.

Mungkin prosedur imigrasi baru yang akan diterapkan Jepang diatas akan seperti yang ada di video ini:

(ADP)