Putri Penerus Mahkota Kekaisaran Jepang Bertunangan dengan Rakyat Biasa

Menyusul berita pernikahan penyanyi cantik Raisa dan aktor Tampan Hamish Daud yang banyak mencuri perhatian netizen Indonesia, kabar pernikahan yang tak kalah mengejutkan datang dari Jepang. Dimana calon penerus tahta Kekaisaran Jepang, Putri Mako, cucu tertua Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko, memutuskan untuk menikah dengan rakyat biasa bukan dari keturunan darah biru. Hal yang mengejutkan perhatian dunia tersebut diumumkan melalui konfrensi pers yang digelar pada Mingggu (3/9).

japantimes

Pengumuman tersebut dikeluarkan setelah proses yang panjang sebelumnya, dan setelah mendapatkan persetujuan dari sang Kaisar Jepang. itu berarti Putri Mako akan kehilangan status kebangsawanan yang dimilikinya. Adalah Kei Komuro, lelaki beruntung yang ditemui semasa kuliah. Sang putri dan tunangannya, yang sama-sama berusia 25 tahun, menggambarkan hubungan mereka dengan cara yang sangat romantis, membandingkannya dengan matahari dan bulan.

Pasangan tersebut berbicara di depan media untuk pertama kalinya pada hari Minggu kemarin, sebagaimana hubungan mereka pertama kali dikabarkan pada bulan Mei lalu. Pengumuman tersebut awalnya direncanakan pada 8 Juli, namun pasangan tersebut memutuskan untuk menundanya setelah hujan deras yang membanjiri utara Kyushu pada bulan itu.

Putri Mako mengatakan bahwa dia bertemu Komuro saat tahun pertama di Universitas Kristen Internasional di bagian barat Tokyo. Mereka menjadi dekat pada tahun 2012, saat mereka berpartisipasi dalam sesi orientasi untuk belajar di program luar negeri. Dikatakan keduanya memulai hubungan mereka sebelum keduanya berpisah ke dua negara berbeda, Edinburg dan Los Angeles.

KYODO

Sesuai dengan Hukum Rumah Kekaisaran, Putri Mako, putri sulung Pangeran Akishino dan Putri Kiko, akan meninggalkan statusnya sebagai anggota keluarga Kekaisaran dengan menikahi Komuro, seorang umum atau rakyat biasa. Nantinya sang putri akan terdaftar sebagai warga biasa dan akan diberikan hak yang sama seperti yang dinikmati warga negara biasa, termasuk hak pilih.

Pertunangan mereka akan menjadi resmi dalam aturan Kekaisaran setelah selesainya ritual pertunangan tradisional yang disebut Nosai no Gi, di mana utusan Komuro mengunjungi rumah kediaman sang putri dengan hadiah untuk bersumpah secara formal. Pasangan tersebut akan menjalani beberapa ritus lagi sampai pernikahan, termasuk Kokki no Gi, di mana tanggal pernikahan akan diumumkan oleh seorang utusan Komuro.

Saat Putri Mako menikah, itu akan mengurangi keluarga Kekaisaran menjadi 18 anggota, termasuk Kaisar sendiri yang akan segera turun tahta. Hanya laki-laki di garis ayah memiliki hak untuk naik Singgasana Krisan. Saat ini, hanya ada satu laki-laki, Pangeran Hisahito, 10. Situasi ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan dari apa yang diyakini sebagai monarki kontinu terpanjang di dunia.

Pernikahan Kekaisaran tersebut nantinya akan menjadi yang pertama sejak Putri Noriko, yang sekarang bernama Noriko Senge, menikahi putra sulung imam kepala Kuil Izumo Taisha di Prefektur Shimane, pada tahun 2014. Menurut siaran berita NHK, pernihakan Putri Mako dan Kei Komuro akan dilangsungkan pada tahun depan, tahun yang sama saat Kaisar Akihito Berencana untuk turun dari tahta kaisar Jepang.






(ADP)