Pertunjukan Hujan Meteor Buatan akan Ditampilkan untuk Pertamakali di Hiroshima Jepang

star-ale

Beberapa waktu lalu, tepatnya tahun 2015, sebuah perusahaan Jepang bernama ALE mengumumkan bahwa mereka akan membuat hujan meteor/bintang jatuh sesuai permintaan pelanggan mereka. ketika pertama mendengar info itu, secara skeptis kita berpikir gagasan tersebut merupakan satu yang diluark kemampuan manusia. Namun, baru-baru ini ALE telah membeberkan bagaimana project tersebut berjalan dengan lancar dan bersiap untuk mewujudkan apa yang bisa kita katakana sebagai bintang jatuh buatan pertama di dunia.

Pendiri dan CEO ALE, yang juga mantan bankir investasi, ibu dua anak dengan gelar PhD dalam bidang astronomi, dan pengemudi uber, Lena Okajima, telah mengumumkan Shooting Star Challenge: percobaan lari dari meteor shower yang di produksi dari satelit dan diperkirakan akan berlangsung pada tahun 2019 di kawasan Setouchi (Seto Inland Sea) Prefektur Hiroshima.

Kendati reputasi magis yang dimiliki mereka, bintang jatuh hanyalah potongan puing-puing ruang angkasa dari milimeter sampai beberapa sentimeter yang terbang ke atmosfir bumi dan terbakar dengan cerah lalu menghilang. ALE hanya menciptakan kembali fenomena itu dengan menembakan pelet mereka sendiri yang dibuat secara khusus melalui atmosfer sedemikian rupa sehingga mereka terbakar di bagian langit yang ditunjuk atau diinginkan.

youtube

Namun, sebagaimana pelet ALE adalah buatan manusia, mereka juga dapat dirancang untuk membakar lebih terang dan lebih lama dari pada meteor alami dalam warna yang juga bisa dipilih oleh pelanggan mereka, di mana fenomena buatan tersebut akan berlangsung sekitar lima sampai sepuluh detik masing-masing, dan terlihat dalam radius 100 kilometer (62 mil).

Dalam ‘Shooting Star Challenge’, sebuah satelit akan ditempatkan di orbit sekitar 500 kilometer (310 mil) di atas Australia. Dari sana satilet akan melepaskan pelet ke Jepang yang akan memakan waktu sekitar 15 menit hingga jatuh ke ketinggian 60 kilometer (37 mil) di atas Setouchi dan mulai terbakar. Bagian dari Hiroshima ini dipilih sebagai tempat uji coba untuk popularitas, pemandangan lokasi yang indah, dan tingginya tingkat langit yang cerah.

youtube

Satelit berukuran 60 sentimeter (23 inci) diperkirakan akan menampung 300 hingga 400 pelet meteor yang diharapkan bisa bertahan hingga akhir kehidupan satu tahun di orbit. Selain menyediakan tampilan piroteknik tidak seperti yang lain, proyek ini juga akan mengumpulkan data berharga tentang fisika di atmosfer bagian atas. Karena juga merupakan perpaduan antara penelitian dan hiburan, ALE mendapat dukungan dari fasilitas pendidikan utama seperti Tohoku University dan Tokyo Metropolitan University, serta pembiayaan dari kelas berat perusahaan FamilyMart dan JAL.

Pertanyaan besarnya adalah apakah upacara pembukaan Olimpiade 2020 akan disuguhi hujan meteor atau tidak, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Okajima tidak menyebutkan permainannya tapi mengatakan, "Kini ini orang biasanya melihat ke bawah pada smartphone mereka. Saya ingin membuat orang melihat ke atas lagi. "

Siapa pun di Hiroshima pasti ingin mata mereka memantau di langit selama beberapa tahun ke depan. Rincian untuk debut dari hujan meteor atau bintang jatuh tersebut belum ditetapkan, namun demonstrasi yang menyilaukan akan menghampiri jutaan pasang mata di sana. Dan sungguh, Anda seharusnya tidak terlalu banyak menatap smartphone. Itu berbahaya.




(ADP)